MEDIASULSEL.COM—Swiss tim terakhir yang melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Die Nati mengalahkan Kolombia 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol sepanjang 120 menit pertandingan di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7) dini hari WITA.
Laga krusial ini berlangsung sengit sejak peluit kick-off dibunyikan. Kolombia mengambil inisiatif menyerang lebih dulu dan beberapa kali menekan pertahanan Swiss.
Los Cafeteros tampil lebih agresif dengan melepaskan 15 tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Swiss hanya mencatatkan tujuh percobaan dengan dua tembakan tepat sasaran.
Meski kalah dalam jumlah peluang, Swiss lebih dominan menguasai permainan. Granit Xhaka dan rekan-rekannya mencatatkan 53 persen penguasaan bola, berbanding 47 persen milik Kolombia.
Ancaman pertama Kolombia datang melalui Gustavo Puerta. Tembakan kerasnya memaksa Gregor Kobel melakukan penyelamatan untuk menjaga gawang Swiss tetap aman.
Swiss kemudian mulai menemukan ritme permainan. Die Nati mengalirkan bola dengan rapi melalui 567 operan dengan akurasi mencapai 88 persen. Kolombia membukukan 504 operan dengan akurasi 87 persen.
Meski saling bergantian menyerang, kedua tim sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Kolombia kembali mengancam. Peluang terbaik hadir melalui sundulan Jhon Lucumí yang hanya membentur mistar gawang.
Swiss mencoba membalas melalui serangan balik cepat. Namun, rapatnya pertahanan Kolombia membuat setiap peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Hingga 90 menit berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Selama 2×15 menit, kedua tim bermain lebih hati-hati. Beberapa peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat kebuntuan tetap bertahan.
Kolombia unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan tujuh berbanding tiga milik Swiss. Pertandingan juga berlangsung keras dengan total 44 pelanggaran.
Swiss melakukan 23 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning, sedangkan Kolombia mencatatkan 21 pelanggaran dan dua kartu kuning. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
Granit Xhaka membuka eksekusi Swiss dengan sukses. Zeki Amdouni juga menjalankan tugasnya dengan baik. Ketegangan meningkat ketika Manuel Akanji gagal mencetak gol dan memberi peluang bagi Kolombia untuk mengambil alih keadaan.
Namun, Gregor Kobel melakukan penyelamatan krusial saat menggagalkan tendangan Cucho Hernández sehingga Swiss kembali berada di atas angin.
Kolombia kembali kehilangan kesempatan setelah Davinson Sánchez gagal mencetak gol karena tendangannya membentur mistar.
Christian Itten kemudian berhasil mencetak gol untuk Swiss. Sementara di kubu Kolombia, James Rodríguez, Jhon Campaz, dan Luis Díaz sukses menjalankan tugas sebagai algojo.
Ruben Vargas menjadi penendang terakhir Swiss. Dengan tenang, ia melepaskan tendangan yang bersarang di gawang Kolombia sekaligus memastikan kemenangan Swiss 4-3 dalam adu penalti.
Para pemain Swiss langsung merayakan kemenangan bersama Gregor Kobel yang tampil gemilang dengan menggagalkan satu tendangan penalti Kolombia pada babak adu penalti.
Kemenangan ini membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Pada babak berikutnya, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina yang sebelumnya bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2. (*)













