BOGOR — Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang usaha baru bagi 67 mantan jurnalis yang tergabung dalam organisasi Agrijurno melalui pelatihan budidaya ayam petelur. Program ini tak hanya menyasar peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.
Pelatihan yang digelar melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara tersebut membekali peserta dengan pengetahuan teknis peternakan hingga pengelolaan usaha.
Dikutip dari Berita Satu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan setiap peserta akan mendapat bantuan awal berupa 10 ekor ayam, kandang, dan pakan untuk mulai merintis usaha.
“Dari 10 ekor ayam ini, kami berharap usahanya bisa berkembang menjadi 100, bahkan 1.000 ekor secara bertahap. Mudah-mudahan kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan keluarga, terutama di tengah kebutuhan telur ayam yang semakin meningkat,” kata Yoyon, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Yoyon, pengalaman peserta di bidang jurnalistik juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi tentang peluang usaha peternakan kepada masyarakat.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menjelaskan pelatihan tersebut telah memasuki angkatan ketiga. Materi yang diberikan mencakup manajemen kandang, pemberian pakan, pemeliharaan dan kesehatan ternak, hingga analisis usaha.
Dukungan ayam, kandang, pakan, dan vitamin diharapkan membantu peserta mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Namun, keberhasilan usaha tetap bergantung pada kedisiplinan pemeliharaan, pengelolaan biaya, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Imam Wahyudi, menilai kemandirian ekonomi penting bagi mantan jurnalis untuk menjaga independensi profesi.
“Ketika ekonomi jurnalis sudah kuat, pemberitaan tidak lagi dijadikan alat mencari nafkah, melainkan murni panggilan passion untuk menjaga marwah jurnalistik yang sehat dan berimbang,” ujar Imam.
Ia menambahkan, pemberian 10 ekor ayam merupakan tahap awal untuk menguji kedisiplinan dan konsistensi peserta dalam mengelola usaha. Peserta yang menunjukkan kesungguhan berpeluang mengikuti pengembangan usaha ke skala lebih besar.
Melalui program ini, Kementan berharap para peserta Agrijurno dapat membangun usaha peternakan secara bertahap, menambah penghasilan keluarga, sekaligus ikut memenuhi kebutuhan telur ayam di masyarakat. (Ag4ys/B-Network)













