MAKASSAR – Kabar membanggakan datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D., dipercaya menjadi anggota Editorial Board jurnal internasional bereputasi, Global Transitions.
Kepercayaan ini menjadi salah satu capaian penting bagi dunia akademik Unhas. Kehadiran Prof. Sukri dalam jajaran dewan editorial jurnal internasional tersebut sekaligus memperkuat keterlibatan akademisi Indonesia dalam pengembangan publikasi ilmiah di tingkat global.
Nama Prof. Sukri Palutturi tercantum secara resmi pada laman penerbit KeAi Communications, dengan afiliasi Hasanuddin University, Makassar, Indonesia. Jurnal Global Transitions sendiri diterbitkan oleh KeAi dan tersedia melalui platform ScienceDirect, Elsevier.
Global Transitions merupakan jurnal ilmiah multidisiplin berbasis akses terbuka (open access) yang mengangkat berbagai isu transformasi global, terutama yang berkaitan dengan masa depan manusia, kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Ruang lingkup jurnal ini mencakup sejumlah persoalan strategis, mulai dari perubahan iklim dan kesehatan masyarakat, tata kelola kebijakan kesehatan, pengembangan kota sehat dan berkelanjutan, hingga transformasi energi, dinamika kependudukan, dan penuaan penduduk.
Reputasi jurnal tersebut juga tercermin dari sejumlah indikator akademik. Berdasarkan data yang ditampilkan pada profil jurnal, Global Transitions memiliki peringkat Quartile 1 (Q1), nilai SCImago Journal Rank (SJR) 0,706, dan H-index 29 berdasarkan data SJR 2025. Sementara itu, laman penerbit mencantumkan Impact Factor 4,2 dan CiteScore 5,1.
Keanggotaan dalam dewan editorial jurnal internasional bukan sekadar pengakuan akademik. Posisi ini juga membuka ruang bagi para ilmuwan untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas publikasi, memperkuat standar ilmiah, serta mendorong pertukaran pengetahuan lintas disiplin dan negara.
Bagi Unhas, keterlibatan Prof. Sukri memiliki arti strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan visibilitas riset perguruan tinggi Indonesia di tengah perkembangan ilmu pengetahuan global.
Keahlian Prof. Sukri dalam bidang Healthy Cities, Urban Health Governance, Public Health Policy, Healthy Ageing, dan transformasi sistem kesehatan juga sejalan dengan sejumlah fokus kajian Global Transitions. Bidang-bidang tersebut berkaitan erat dengan tantangan kesehatan masyarakat, pembangunan kota berkelanjutan, serta perubahan sosial dan lingkungan.
Lebih dari sekadar capaian individu, kehadiran akademisi Indonesia dalam dewan editorial jurnal internasional diharapkan dapat memperluas ruang bagi perspektif negara berkembang dalam diskusi ilmiah global. Pengalaman dan tantangan yang dihadapi Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan, memiliki relevansi untuk memperkaya pertukaran pengetahuan internasional.
Capaian ini juga diharapkan menjadi dorongan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa Unhas untuk terus meningkatkan mutu penelitian, membangun kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan karya ilmiah yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Pada akhirnya, reputasi akademik tidak hanya diukur dari pengakuan dunia, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan yang dikembangkan mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ag4ys)













