GOWA – Generasi muda tidak hanya dituntut cerdas dalam pendidikan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman finansial, bijak memanfaatkan teknologi digital, serta peduli terhadap sesama.
Berangkat dari semangat tersebut, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Alauddin Makassar menghadirkan program GenBI Goes to School di SMA Negeri 14 Gowa, Kamis (22/10/2026).
Divisi Public Relations GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar melalui keterangan tertulisnya yang diterima mediasulsel.com Rabu (21/10/2026), menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Cerdas Finansial, Bijak Digital, dan Peduli Sesama”.
“Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami kebanksentralan, mengenali bahaya judi online, hingga mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Tiga materi utama disiapkan untuk membekali pelajar dengan pengetahuan yang relevan dengan tantangan yang mereka hadapi saat ini.
Materi kebanksentralan dibawakan Muhammad Alif Fauzan Idris, Bendahara Umum GenBI Wilayah Sulawesi Selatan. Sesi ini diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar mengenai peran dan fungsi bank sentral serta pentingnya memahami sistem keuangan sejak dini.
Selanjutnya, Muh Habib Fahrezy, Wakil Ketua GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar, menyampaikan materi tentang bahaya judi online. Edukasi ini menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap risiko judi online yang dapat berdampak pada kondisi finansial, kehidupan sosial, hingga masa depan.
Sementara itu, Moh. Taufik Saidul Akbar, Koordinator Deputi Pendidikan GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar, membawakan materi pencegahan bullying. Pembahasan ini diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian, menghargai perbedaan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghormati.
Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori Aidil Rifky Ramadan, staf Deputi Pendidikan GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar.
Melalui GenBI Goes to School, GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar berupaya mendorong pelajar agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan, kemampuan menyaring pengaruh negatif di ruang digital, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Edukasi sejak bangku sekolah diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan zaman, mampu mengambil keputusan secara bijak, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Azizah Ramadhani (Mahasiswa Ilmu Politik UINAM)













