JENEPONTO – Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam beberapa bulan terakhir semakin meresahkan warga. Gangguan pasokan listrik yang hampir dirasakan di berbagai wilayah itu bahkan kini dikaitkan dengan peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan 10 unit rumah di Bumbungloe, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Minggu (8/11/2026) malam.
Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi para korban. Sepuluh rumah dilaporkan hangus hingga rata dengan tanah. Peristiwa ini sekaligus menyisakan pertanyaan mengenai dampak pemadaman listrik yang memaksa warga menggunakan penerangan alternatif, seperti lilin.
Salah seorang korban, Ika Karmin, yang rumahnya diduga menjadi titik awal kebakaran, mengaku sedang menyalakan lilin karena listrik di wilayahnya padam.
Ika kemudian meninggalkan rumah untuk mencari suaminya. Namun, ia mengaku baru beberapa menit pergi ketika kebakaran mulai terjadi.
“Rumahku pertama terbakar, Pak. Attunu lilin tala gannaki rua menit kubokoi ballakku,” ujar Ika dalam bahasa Makassar sambil menangis. Dalam bahasa Indonesia, ia menjelaskan bahwa dirinya baru menyalakan lilin dan meninggalkan rumah tidak sampai dua menit.
Ia mengaku pergi mencari suaminya yang saat itu tidak berada di rumah. Jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya merasa hanya sebentar meninggalkan rumah.
“Mae kuboya bapakna mingka tanre kungganna rua menit kanjo mange mingka minroi amminro tomma mae, anu baniji rungngangji kanjo kodonge,” tuturnya.
Ika tak menyangka, dalam waktu singkat api justru membesar dan melalap rumahnya hingga merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Peristiwa ini menambah panjang keresahan warga Jeneponto terhadap kondisi pasokan listrik. Selama beberapa bulan terakhir, pemadaman disebut kerap terjadi dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
Kritikan terhadap pelayanan PLN pun terus bermunculan. Warga ramai-ramai menyampaikan keluhan melalui media sosial. Bahkan, sejumlah aktivis baru-baru ini menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PLN Jeneponto sebagai bentuk protes atas seringnya pemadaman listrik.
Kondisi tersebut dinilai ironis. Sebab, Jeneponto dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi listrik di Sulawesi Selatan dengan keberadaan dua pembangkit, yakni PLTU Punagaya dan PLTB Tolo 1.
Namun, keberadaan pembangkit listrik berskala besar itu belum membuat warga terbebas dari persoalan pemadaman.
Hingga kini, warga masih menantikan penjelasan dan langkah konkret pihak PLN untuk mengatasi gangguan pasokan listrik yang terus berulang.
Berikut 10 warga yang rumahnya terdampak kebakaran di Bumbungloe:
- Ali Jana
- Sunni
- Rosi
- Bunga Nia
- Hasra
- Kasmawati
- Ika Karmin
- Saribba
- Firman
- Sia Barang (5353)













