ISLAM – Berkaitan dengan akan terjadinya Gerhana Bulan Total (GBT) pada Rabu (31/1) mendatang atau bertepatan dengan 14 Jumadil Ula 1439H, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana atau Salat Khusuf.
Mengenai pelaksanaan shalat gerhana, menurut Muhammadiyah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing
Berikut ini tata cara Salat Gerhana
Menurut Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin, tatacara Salat Gerhana adalah sebagai berikut:
- Berniat di dalam hati;
- Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
- Membaca doβa iftitah dan bertaβawudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: βNabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.β(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
- Kemudian rukuβ sambil memanjangkannya;
- Kemudian bangkit dari rukuβ (iβtidal) sambil mengucapkan βSamiβallahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamdβ;
f. Setelah iβtidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama; - Kemudian rukuβ kembali (rukuβ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuβ sebelumnya;
- Kemudian bangkit dari rukuβ (iβtidal);
- Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuβ, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
- Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaβat kedua sebagaimana rakaβat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
- Salam.
Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaβah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoβa, beristighfar, bersedekah. [*/4ld]











