MEDIASULSEL.COM—Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau sekitar tahun 570 Masehi, tidak hanya menjadi momen penting bagi sejarah Islam, tetapi juga diyakini disertai dengan sejumlah fenomena luar biasa.
Al-Qur’an dan berbagai riwayat menyinggung tanda-tanda kebesaran Allah yang terjadi di sekitar waktu kelahiran Rasulullah, sebagai pertanda hadirnya sosok yang kelak membawa rahmat bagi seluruh alam.
Salah satu peristiwa besar yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah kisah Ashabul Fil atau pasukan gajah. Allah berfirman dalam Surah Al-Fil:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (١) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (٢) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (٣) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ (٤) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ (٥)
Artinya: “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al-Fil: 1–5)
Peristiwa itu terjadi pada tahun yang sama dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga tahun tersebut dikenal dengan sebutan ‘Amul Fil atau Tahun Gajah. Kejadian ini diyakini sebagai isyarat akan datangnya perubahan besar di Mekah dan sekitarnya.
Selain itu, dalam Surah Ash-Shaff ayat 6, Al-Qur’an menegaskan kabar gembira dari Nabi Isa AS tentang akan lahirnya seorang Rasul setelah beliau, yaitu Ahmad:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ‘Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).’ Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata.’” (QS. Ash-Shaff: 6)
Riwayat sejarah Islam juga mencatat sejumlah fenomena ajaib yang terjadi bersamaan dengan kelahiran beliau. Disebutkan bahwa api sesembahan kaum Majusi yang telah menyala lebih dari seribu tahun tiba-tiba padam, sebagian istana Kisra di Persia runtuh, dan cahaya terang terpancar dari arah Mekah hingga terlihat sampai negeri Syam.
Fenomena-fenomena itu dipandang sebagai simbol keruntuhan kekuasaan zalim dan tanda lahirnya pembawa cahaya kebenaran.
Bagi umat Islam, semua kejadian tersebut menjadi cermin bahwa kelahiran Rasulullah bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan awal dari risalah agung yang akan mengubah arah peradaban manusia.
Nabi Muhammad SAW hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, membawa ajaran kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian yang terus relevan hingga kini. (*)













