MEDIASULSEL.COM—Berbuka puasa dengan kurma ternyata memicu perubahan cepat di dalam tubuh setelah seharian tanpa asupan makanan dan minuman.
Saat puasa, kadar gula darah cenderung menurun. Begitu kurma masuk ke tubuh, gula alaminya langsung diserap dan membantu mengembalikan energi dalam waktu singkat. Tubuh yang semula lemas mulai terasa segar bahkan sebelum makanan utama dikonsumsi.
Kurma juga bekerja sebagai “pembuka” sistem pencernaan. Kandungan serat dan teksturnya yang mudah dicerna membantu lambung beradaptasi setelah lama kosong. Hal ini membuat risiko kaget pada lambung akibat makanan berat bisa diminimalkan.
Tak hanya itu, kurma mengandung kalium dan magnesium yang membantu menyeimbangkan kembali cairan tubuh. Setelah seharian kehilangan cairan, asupan ini membantu tubuh pulih lebih cepat.
Meski manis, kurma tidak serta-merta memicu lonjakan gula darah ekstrem. Serat di dalamnya membuat energi dilepas secara bertahap sehingga tubuh tetap stabil dan tidak mudah lemas kembali.
Kurma juga menyumbang antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan pola makan selama Ramadan.
Kombinasi energi cepat, serat, dan mineral membuat konsumsi kurma saat berbuka bukan sekadar kebiasaan, tetapi membantu tubuh bertransisi dari kondisi puasa menuju fase makan dengan lebih nyaman.(*)













