MEDIASULSEL.COM—Sholat adalah perintah langsung dari Allah SWT yang ditegaskan berkali-kali dalam Al-Qur’an dan dimuliakan melalui peristiwa agung Isra Mikraj. Tidak ada ibadah lain yang diwajibkan dengan cara seistimewa ini. Jika zakat, puasa, dan haji diturunkan melalui wahyu di bumi, maka sholat diwajibkan langsung saat Rasulullah SAW berada di langit.
Al-Qur’an memuat puluhan ayat tentang sholat: perintah mendirikannya, penegasan kewajibannya, hingga isyarat waktu pelaksanaannya. Berikut rangkuman lengkapnya.
Ayat-Ayat Perintah Sholat dalam Al-Qur’an
Berikut ayat-ayat yang secara tegas memerintahkan sholat:
1. Al-Baqarah (2): 43
“Dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”
2. Al-Baqarah (2): 83
“…Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat…”
3. Al-Baqarah (2): 110
“Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat…”
4. Al-Baqarah (2): 238
“Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha…”
5. An-Nisa (4): 103
“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
6. An-Nisa (4): 162
“…dan orang-orang yang mendirikan sholat…”
7. Al-Ma’idah (5): 6
“Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu…”
8. Al-An’am (6): 72
“Dirikanlah sholat dan bertakwalah kepada-Nya…”
9. Hud (11): 114
“Dirikanlah sholat pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam…”
10. Ibrahim (14): 31
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka mendirikan sholat…”
11. Ibrahim (14): 40
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan sholat…”
12. Al-Isra (17): 78
“Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh…”
13. Maryam (19): 55
“Dan ia menyuruh keluarganya untuk sholat dan zakat…”
14. Taha (20): 14
“Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.”
15. Taha (20): 132
“Perintahkanlah keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah…”
16. Al-Ankabut (29): 45
“Dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…”
17. Ar-Rum (30): 31
“…dan dirikanlah sholat…”
18. Luqman (31): 17
“Wahai anakku, dirikanlah sholat…”
19. Al-Ahzab (33): 33
“…dan dirikanlah sholat…”
20. Al-Mujadilah (58): 13
“…maka dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat…”
21. Al-Jumu’ah (62): 9
“Apabila diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah…”
22. Al-Bayyinah (98): 5
“…dan agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat…”
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa sholat bukan hanya anjuran, melainkan perintah yang berulang dan mengikat.
Waktu-Waktu Sholat dalam Al-Qur’an (Lengkap dengan Ayat dan Artinya)
1. Al-Isra (17): 78
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Arti:
“Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan.”
→ Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh.
—
2. Hud (11): 114
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ
Arti:
“Dirikanlah sholat pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam.”
→ Subuh, Ashar, Maghrib, Isya.
—
3. Ar-Rum (30): 17–18
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ
وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ
Arti:
“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari… dan pada waktu sore dan ketika kamu berada di waktu Dzuhur.”
→ Subuh, Dzuhur, Maghrib, Isya.
—
4. Qaf (50): 39–40
قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ وَمِنَ اللَّيْلِ
Arti:
“Sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan pada sebagian malam…”
→ Subuh, Ashar, Maghrib, Isya.
—
5. An-Nur (24): 58
مِن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ … وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ
Arti:
“Sebelum sholat Subuh… dan sesudah sholat Isya…”
→ Menyebut langsung Subuh dan Isya.
—
6. An-Nisa (4): 103
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Arti:
“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
→ Penegasan bahwa sholat memiliki waktu yang telah ditetapkan.
—
Isra Mikraj: Sholat Diterima Langsung oleh Rasulullah SAW
Peristiwa Isra Mikraj diabadikan dalam Surah Al-Isra ayat 1. Pada malam itu, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan menembus langit hingga Sidratul Muntaha.
Di sanalah Rasulullah menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT.
Awalnya diwajibkan 50 kali sholat sehari semalam. Atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah kembali memohon keringanan hingga akhirnya ditetapkan lima waktu sholat, namun dengan pahala setara 50 kali.
Keistimewaan ini menunjukkan bahwa sholat adalah tiang agama dan fondasi utama kehidupan seorang Muslim.
Ajakan Menjaga Sholat
Sholat adalah panggilan Allah lima kali sehari. Ia bukan beban, melainkan kehormatan. Ayat-ayat Al-Qur’an telah menegaskan perintahnya, waktunya telah ditetapkan, dan kewajibannya ditegaskan langsung dalam peristiwa Isra Mikraj.
Jika perintah itu diterima Rasulullah SAW di langit tertinggi, maka menjaga sholat adalah bentuk ketaatan paling mendasar di bumi. Menjaga sholat berarti menjaga iman. Menjaga sholat berarti menjaga hidup. Wallahua’lam. (*)













