BALI — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong polisi wanita (Polwan) Indonesia memperkuat kapasitas dan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat internasional. Dorongan itu disampaikan dalam pembukaan kegiatan International Association of Women Police (IAWP) yang mempertemukan perwakilan polisi wanita dari 43 negara di Bali, Minggu (20/9/2026).
Kapolri mengatakan forum internasional tersebut menjadi ruang strategis bagi Polwan dari berbagai negara untuk saling bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Baru saja kami melaksanakan pembukaan kegiatan IAWP yang diikuti oleh perwakilan dari 43 negara. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai hari ini hingga Kamis mendatang,” ujar Kapolri.
Menurutnya, kehadiran Polwan Indonesia dalam forum tersebut tidak boleh sebatas sebagai peserta. Momentum IAWP diharapkan dimanfaatkan untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Polwan sebagai bagian dari pengembangan karier di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan pandangan Presiden IAWP mengenai pentingnya kesetaraan gender serta penguatan peran dan kesempatan pengembangan karier bagi polisi wanita.
Forum IAWP juga menjadi kesempatan bagi Polwan Indonesia untuk mempelajari berbagai pendekatan yang diterapkan polisi wanita dari negara lain. Pertukaran pengalaman dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan memperkuat kompetensi dalam menghadapi tantangan kepolisian yang terus berkembang.
“Kami berharap kemampuan dan kapasitas Polwan Indonesia terus meningkat, mampu bersaing di tingkat internasional, serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan polisi wanita dari berbagai negara,” ungkapnya.
Kapolri berharap peningkatan kapasitas tersebut berujung pada semakin kuatnya profesionalisme Polwan Indonesia. Kompetensi yang terus dikembangkan diharapkan membuat Polwan Indonesia mampu tampil sejajar dengan polisi wanita dari berbagai negara dalam forum maupun pelaksanaan tugas kepolisian.
Keikutsertaan dalam forum internasional juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kerja sama dan membuka ruang pertukaran praktik baik antar-Polwan lintas negara.
Kapolri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan IAWP di Bali. Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas dan profesionalisme polisi wanita.
“Semoga IAWP menjadi forum yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme polisi wanita,” pungkasnya. (4r5)













