TORAJA UTARA—Momentum Ramadan membuka peluang usaha kuliner berbasis pangan lokal yang sehat dan terjangkau. Di tengah meningkatnya kebutuhan takjil, singkong kembali dilirik sebagai bahan baku potensial karena bebas gluten, mudah diperoleh, dan memiliki nilai tambah ekonomi.
Di wilayah Toraja Utara, singkong merupakan komoditas yang cukup melimpah dan telah lama menjadi bagian dari konsumsi masyarakat. Karakter teksturnya yang beragam—mulai dari pulen hingga sedikit bertekstur—memberikan fleksibilitas dalam pengolahan, baik sebagai camilan tradisional maupun produk kekinian.
Selain dikonsumsi langsung, singkong juga dapat diolah menjadi tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Tepung ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan cake, brownies, hingga aneka kue kering gluten free, sehingga memperluas potensi singkong dalam industri pangan dan UMKM.
Ramadan menjadi momentum strategis menghadirkan inovasi takjil berbasis singkong. Cita rasanya yang manis dan gurih cocok untuk berbuka puasa, sekaligus menjadi pilihan yang lebih sehat dan ramah di kantong. Dengan modal relatif kecil dan bahan baku yang mudah diakses, olahan singkong juga berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Salah satu menu yang bisa menjadi inspirasi adalah singkong ala Thailand. Hidangan ini memadukan tekstur lembut singkong rebus dengan saus santan gurih, menciptakan rasa yang sederhana namun menggugah selera. Selain cocok untuk konsumsi keluarga, menu ini juga memiliki nilai jual menarik jika dikemas dengan baik.
Resep Singkong Ala Thailand (4 Porsi)
Bahan:
800 gram singkong, potong 5 cm, belah dua, buang serat tengah
- 1 1/2 liter air
- 2 lembar daun pandan
- 1/2 sendok teh garam
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanili ekstrak
Bahan Saus:
- 500 ml santan kental
- 1 sendok teh garam
- 2 lembar daun pandan
- 1 sendok makan tepung maizena
- (larutkan dengan 3 sendok makan santan)
Cara Membuat:
Rebus air hingga mendidih, masukkan singkong dan daun pandan. Masak hingga empuk dan air menyusut.
Tambahkan gula, garam, dan vanili. Aduk hingga larut.
Jika air habis sebelum singkong benar-benar empuk, tambahkan air panas secukupnya dan lanjutkan memasak hingga singkong lembut dan sedikit berkuah. Angkat dan sisihkan.
Untuk saus, masak santan bersama garam, daun pandan, dan larutan maizena dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan tidak pecah. Masak sekitar dua menit, lalu angkat.
Penyajian:
Sajikan singkong dalam mangkuk, siram dengan saus santan hangat, lalu tambahkan topping keju parut dan potongan pandan sebagai garnish.
Dengan inovasi sederhana namun bernilai tambah, singkong tidak hanya menjadi menu takjil lezat saat Ramadan, tetapi juga membuka peluang usaha gluten free berbasis pangan lokal yang berkelanjutan di Toraja Utara. (4nny)













