TORAJA UTARA — Kebutuhan darah di Toraja Utara diproyeksikan mencapai sekitar 2.200 kantong sepanjang 2026. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, masyarakat didorong tidak hanya menjadi pendonor sesekali, tetapi ikut membangun stok darah melalui donor darah sukarela secara berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana yang dirangkaikan dengan aksi donor darah di Toraja Utara, Jumat (11/9/2026).
Bupati Toraja Utara yang juga Ketua PMI Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mengatakan kebutuhan darah menjadi tanggung jawab bersama. Sebagian pasokan dipenuhi PMI, sementara sebagian lainnya disiapkan oleh rumah sakit.
Menurut Frederik, persoalan stok darah tidak dapat hanya dibebankan kepada PMI. Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan pasien tetap terpenuhi.
“PMI punya tujuan untuk kemanusiaan, tidak hanya donor darah, bagaimana membantu dan menolong sesama dalam menghadapi bencana,” kata Frederik.

Selain persoalan darah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Frederik menyebut Toraja Utara termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
Ia mendorong setiap elemen masyarakat memahami langkah mitigasi, termasuk membangun sistem peringatan dini di lingkungan masing-masing.
“Elemen masyarakat harus mendapatkan informasi dan pengetahuan bagaimana kita meminimalkan dan mencegah risiko-risiko, utamanya korban jiwa dan benda kalau terjadi bencana,” ujarnya.
Kesiapsiagaan, kata Frederik, tidak berhenti pada tahap sebelum bencana. Masyarakat juga harus memahami langkah saat tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Andi Mujahidah Amal, S.H., M.H., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi kemanusiaan. Momentum HUT Adhyaksa ke-81 dinilai menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian masyarakat melalui donor darah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, PMI, TNI, Polri, BPBD, puskesmas, camat, lurah, Gereja Toraja dan masyarakat. Panitia menargetkan sedikitnya 50 kantong darah terkumpul untuk selanjutnya dimanfaatkan melalui UTD RSUD Pongtiku.
Semangat donor darah juga datang dari sejumlah peserta yang telah berulang kali mendonorkan darah. Yosef, pendonor dari RS Pongtiku, mengaku telah tiga hingga empat kali mengikuti kegiatan donor darah. Sementara Salam Arka dari unsur pemerintahan mengaku telah mendonorkan darah sebanyak 29 kali, meski tidak seluruh riwayat donornya tercatat.
“Stok darah selalu kurang, makanya saya selalu inisiatif memberi diri menolong dan membantu sesama. Setetes darah kita, nyawa bagi sesama,” kata Salam.
Ketua panitia kegiatan, Irmawati Patandung, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat sinergi PMI, pemerintah dan mitra kemanusiaan dalam menghadapi musim hujan. Selain meningkatkan kesiapsiagaan bencana, kegiatan ini diharapkan melahirkan lebih banyak Donor Darah Sukarela (DDS) yang bersedia menjadi pendonor tetap.

Irmawati yang juga Kepala BKPSDM Toraja Utara dan pengurus PMI Toraja Utara mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan kemanusiaan, bukan sekadar partisipasi dalam sebuah kegiatan. “Ayo menjadi masyarakat yang tanggap terhadap bencana darurat dan menjadi anggota DDS yang bisa menjadi pendonor tetap yang menyelamatkan nyawa sesama,” ujarnya. Kegiatan yang mengusung semangat “Peduli, Bergerak Bersama” tersebut didukung hibah Pemkab Toraja Utara dan sponsorship, dengan BPBD Toraja Utara sebagai fasilitator. (4nny)













