PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
News

Ratusan Umat Muslim Gelar Aksi Protes Pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan Belanda

1628
×

Ratusan Umat Muslim Gelar Aksi Protes Pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan Belanda

Sebarkan artikel ini
Ratusan Umat Muslim Gelar Aksi Protes Pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan Belanda
Umat Muslim Indonesia membawa plakat dalam aksi protes atas pembakaran Al-Qur'an di Swedia, di luar Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, 30 Januari 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan/VOA)

JAKARTA—Ratusan Umat Muslim, Senin (30/1/2023), melakukan pawai ke Kedutaan Besar Swedia yang dijaga ketat di Jakarta untuk memprotes aksi pelecehan terhadap Al-Qur’an oleh dua aktivis sayap kanan di Swedia dan Belanda.

Sambil mengusung plakat-plakat bertuliskan “Only Evil Burnt Quran”, “We Stand For Islam”, dan “Islamophobia Go To Hell”, lebih dari 300 demonstran memenuhi jalan-jalan raya utama di pusat kota Jakarta dan merusak serta membakar potret aktivis anti-Islam Denmark Rasmus Paludan bersama dengan bendera-bendera Swedia, Denmark dan Belanda.

Pihak berwenang memblokir jalan-jalan menuju kedutaan itu dan mengerahkan lebih dari 200 polisi dan tentara. Paludan dan pemimpin gerakan sayap kanan Belanda awal bulan ini membakar halaman-halaman Al-Qur’an, membuat marah umat Islam dan memicu protes di seluruh dunia.

Para demonstran pada umumnya tergabung dalam kelompok-kelompok Islam seperti Front Persatuan Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) dan Persaudaraan Alumni 212.

Ketua Umum PA 212 Abdul Qohar memberikan orasi di depan massa yang berkumpul di depan Menara Rajawali. “Lihat perusahaan di mana di bawah Belanda, mana yang punya Swedia, mana yang punya Denmark. Produk-produknya kita boikot!,” ujarnya di depan massa.

Seorang orator lain mengeluarkan pernyataan yang lebih keras. “Kami harap dan meminta pemerintah Presiden Jokowi untuk memutus hubungan diplomatik dengan Swedia, Belanda, dan Denmark,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengutuk keras aksi pembakaran Al-Qur’an oleh Paludan. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri, aksi penistaan kitab suci ini telah melukai dan menodai toleransi umat beragama. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi seharusnya dilakukan secara bertanggung jawab.

Paludan sebelumnya mendapatkan izin dari pihak kepolisian setempat untuk menggelar protes di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, di mana ia membakar kitab suci umat Islam itu pada Sabtu, 21 Januari 2023.

Para pejabat Swedia menekankan bahwa kebebasan berekspresi dijamin oleh Konstitusi Swedia dan memberi orang hak yang luas untuk mengekspresikan pandangan mereka di depan umum, meskipun hasutan untuk melakukan kekerasan atau ujaran kebencian tidak diperbolehkan.

Menyusul aksi di Swedia, Edwin Wagensveld, seorang politisi sayap kanan di Belanda melakukan pelecehan serupa sehari setelahnya. Ia merobek lembaran-lembaran Al-Qur’an di dekat parlemen Belanda dan menginjak robekan-robekan tersebut. Polisi melihat kejadian itu tetapi tidak melakukan intervensi. [ab/uh/VOA]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com