JAKARTA — Empat puluh lima tahun perjalanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memasuki babak baru. Estafet kepemimpinan organisasi yang dirintis almarhumah Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah kini kembali dipercayakan kepada putrinya, Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts, untuk periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut ditetapkan dalam Muktamar X BKMT yang digelar di Jakarta, 24–25 September 2026. Sekitar 1.800 pengurus dari 35 provinsi hadir dalam forum yang menjadi ruang konsolidasi sekaligus menentukan arah BKMT untuk lima tahun mendatang.
Syifa Fauzia bukan sosok baru dalam estafet kepemimpinan BKMT. Putri bungsu Tutty Alawiyah tersebut sebelumnya telah meneruskan kepemimpinan organisasi setelah sang pendiri wafat pada 2016.
Kembalinya Syifa memimpin BKMT menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi yang telah dibangun Tutty Alawiyah sejak lebih dari empat dekade lalu. Dalam pembukaan Muktamar X, perjuangan sang pendiri kembali ditampilkan melalui tayangan yang mengisahkan sejarah berdirinya BKMT.
Tutty Alawiyah dikenal memiliki peran dalam mengorganisasi majelis taklim serta memperkuat dakwah dan pendidikan masyarakat, khususnya perempuan. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi wadah yang menghimpun majelis taklim dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama 45 tahun, BKMT pun berkembang dengan cakupan gerakan yang semakin luas. Tantangan organisasi kini tidak hanya berkaitan dengan dakwah dan pendidikan, tetapi juga perubahan sosial, perkembangan teknologi, pendidikan keluarga serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Dewan Pembina PP BKMT Dailami Firdaus mengingatkan agar perkembangan tersebut tetap berpijak pada nilai dasar organisasi. Pemanfaatan teknologi, kata dia, perlu diarahkan untuk memperluas dakwah tanpa meninggalkan iman, ilmu, amal dan akhlak.
Pada sektor pemberdayaan, BKMT juga telah mengembangkan kegiatan usaha dan koperasi di sejumlah daerah. Peran tersebut mendapat ruang untuk diperkuat melalui peluang sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut jaringan BKMT yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi modal sosial dalam mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut juga dinilai dapat membuka ruang pemasaran bagi produk yang dihasilkan anggota BKMT.
Setelah Muktamar X, rangkaian peringatan berlanjut melalui Milad ke-45 BKMT pada 26 September 2026 di kawasan Senayan. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri sekitar 20 ribu anggota majelis taklim dari Jabodetabek serta perwakilan BKMT dari berbagai daerah.
Milad sekaligus menjadi momentum pelantikan kepengurusan baru. Di usia 45 tahun, BKMT meneruskan perjalanan dengan kepemimpinan Syifa Fauzia, membawa warisan perjuangan Tutty Alawiyah untuk menjawab tantangan organisasi di tengah perubahan zaman. (4nny)







