Advertisement - Scroll ke atas
Maros

Cerita Imam Muda PPPA Daarul Qur’an Makassar saat Dakwah Leang Lipah-Lipah

525
×

Cerita Imam Muda PPPA Daarul Qur’an Makassar saat Dakwah Leang Lipah-Lipah

Sebarkan artikel ini

MAROS – Jalanan sempit, tak ada lampu jalan dan penerangan masjid yang kurang. Tak menyurutkan semangat imam muda, Muhammad Syafril Mude untuk berdakwah di Desa Leang Lipah-Lipah, Bantimurung, Maros, Jumat (25/5/2018)

Jalanan hanya muat untuk satu mobil saja. Tak hanya itu, untuk menuju Masjid Nurul Hidayah, imam muda dan tim PPPA Daarul Qur’an Makassar harus berjalan kaki untuk menuju masjid dikarenakan jembatan penghubung tak dapat dilewati mobil.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Masjid yang terletak diantara persawahan tak membuat semangat warga surut untuk menghadiri shalat tarawih bersama imam muda.

Walau hanya mengandalkan cahaya senter untuk menerangi jalan, namun tak dapat menutupi raut wajah bahagia jama’ah dan imam muda saat bersua di Masjid Nurul Hidayah.

Kebahagiaan luar biasa Syafril Mude melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an di desa yang sunyi mendapat feedback luar biasa dari warga.

Mereka berterimakasih karena imam muda dan tim Daqu Makassar telah hadir jauh-jauh dari kota Makassar.

Bahkan, sempat ditawarkan untuk menginap di salah satu rumah warga. Tak hanya sampai disitu, warga rela mengantarkan imam muda dan tim hingga menuju mobil.

“Maaf, kami nda bisa bersedekah karen kita masih kekurangan,” ucap salah satu warga dengan logat khasnya. Dan kalimat itu berhasil membuat imam muda dan tim terenyuh. [*/shar]

 

error: Content is protected !!