PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin Melebar
Dunia

UNICEF Peringatkan Terkait Krisis Ekonomi dan Kekerasan di Yaman

481
×

UNICEF Peringatkan Terkait Krisis Ekonomi dan Kekerasan di Yaman

Sebarkan artikel ini
UNICEF Peringatkan Terkait Krisis Ekonomi dan Kekerasan di Yaman
Anak-anak Yaman yang terlantar dari provinsi Hodeida, duduk di atas jerigen air di sebuah jalan di barat daya kota Yaman di Taez, 30 September 2018. (Foto: dok).

DUNIA – Badan Anak-Anak PBB UNICEF menyatakan krisis ekonomi Yaman dan kekerasan yang tak henti-hentinya di sebuah kota pelabuhan penting di Laut Merah berisiko menyebabkan jutaan anak-anak dan keluarga tanpa makanan, air bersih dan sanitasi.

UNICEF menyatakan layanan air dan pembuangan limbah terancam hancur karena membubungnya harga BBM akibat merosotnya nilai mata uang negara itu.

Dalam pernyataan hari Kamis, UNICEF memperingatkan bahwa keluarga-keluarga tidak mampu membeli bahan pangan pokok dan jumlah warga yang tidak tahu dari mana makanan mereka selanjutnya akan datang, yang kini mencapai 18,5 juta orang, kemungkinan akan melonjak dramatis.

Badan PBB tersebut juga menyatakan kekerasan di kota pelabuhan Hodeida mengancam terhentinya bantuan kemanusiaan penting. Perang di Yaman telah berkecamuk lebih dari tiga tahun, mengakibatkan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [VOA/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com