PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Realisasi Investasi Makassar Naik 22,07 Persen, DPMPTSP Perkuat Kemudahan Berusaha • Dugaan Penyadapan hingga Ancaman Makar, Prabowo Copot Listyo Sigit dari KSP • Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Yatim dan Piatu 2026, Pendaftaran Gratis hingga 20 November • MTQ Makassar 2026 Diserbu 1.200 Peserta, Panitia Siapkan Hadiah Rp1,4 Miliar • MagangHub Batch 3 Dibuka 5 November, Ini Jadwal Seleksinya • Sekolah Rakyat Tana Toraja Gandeng BNI Palopo Ajarkan Literasi Keuangan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Realisasi Investasi Makassar Naik 22,07 Persen, DPMPTSP Perkuat Kemudahan Berusaha • Dugaan Penyadapan hingga Ancaman Makar, Prabowo Copot Listyo Sigit dari KSP • Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Yatim dan Piatu 2026, Pendaftaran Gratis hingga 20 November • MTQ Makassar 2026 Diserbu 1.200 Peserta, Panitia Siapkan Hadiah Rp1,4 Miliar • MagangHub Batch 3 Dibuka 5 November, Ini Jadwal Seleksinya • Sekolah Rakyat Tana Toraja Gandeng BNI Palopo Ajarkan Literasi Keuangan •
Makassar

Kepala BPS Kota Makassar Nilai Konsep Analisa Data Pengangguran Sudah Tidak Cocok

677
×

Kepala BPS Kota Makassar Nilai Konsep Analisa Data Pengangguran Sudah Tidak Cocok

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Kota Makassar

MAKASSAR, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar, Prihartini, menilai konsep analisa data pengangguran yang digunakan oleh BPS saat ini sudah tidak cocok dengan situasi yang terjadi pada saat ini.

Hal itu diungkapkan Prihartini saat bertindak selaku nara sumber dalam Forum Perangkat Daerah Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Dinas Ketenagakerjaan kota Makassar tahun 2020, di Hotel D’Maleo, Senin (18/2).

“Konsep analisa data pengangguran hingga tahun 2018 masih menggunakan konsep yang sama dari tahun 1970, sehingga sejumlah pekerjaan seperti kegiatan online belum dianggap sebagai bekerja,” tegas Prihartini.

Selain itu lanjut Prihartini, Konsep BPS juga masih menganut, bahwa yang dianggap bekerja adalah mereka yang bekerja sekurang-kurangnya 1 jam berturut-turut.

Hal itu yang juga masih menurut Prihartini memiliki andil yang cukup besar terhadap tingginya hasil analisa data pengangguran yang terjadi di kota Makassar, sementara tugas BPS hanya memotret situasi yang ada di lapangan.

“Tugas BPS hanya memotret situasi yang ada di lapangan. Keadaan pengangguran yang sangat tinggi sebenarnya bisa diintervensi oleh pemerintah kota dengan membuka lapangan kerja baru, sehingga pengangguran dapat beraktifitas secara ekonomi,” pungkas Prihartini. (464ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com