SELAYAR—Seminggu jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, kepadatan kendaraan pemudik mulai mewarnai suasana pelayaran armada kapal Ferry di lintasan Pamatata-Bira, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Tiga armada kapal ferry yang terdiri dari KMP Bontoharu, Balibo, dan Kormomolin resmi dioperasikan PT. ASDP INDONESIAN FERRY (PERSERO) di lintasan Pamatata-Bira untuk melayani pemudik dari segala penjuru kota dan daerah yang akan menggunakan jasa angkutan ferry di lintasan Pamatata-Bira.
Selain mengoperasikan tiga unit armada kapal ferry, PT. ASDP INDONESIAN Ferry (Persero) mulai melakukan penambahan trip pelayaran menjadi tiga trip perhari. Update informasi jadwal penyeberangan juga resmi direalease pihak terkait.
KMP. Balibo akan diberangkatkan dari Pelabuhan Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Selayar, pada pukul 08.30 Wita, untuk trip pertama, trip kedua, menuju Pelabuhan Pamatata pada pukul 11.30 Wita. Sementara untuk trip ketiga akan diberangkatkan dari Pelabuhan Bira pada pukul 15.00 Wita.
Sementara KMP Kormomolin akan diberangkatkan untuk trip pertama, menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, pada pukul 08.00 Wita, trip kedua dari Pelabuhan Bira akan diberangkatkan pada pukul 11.00 Wita. Sedangkan trip ketiga akan bertolak dari Pelabuhan Pamatata pada pukul 15.00 Wita
Namun meski demikian Pihak ASDP menyatakan, bahwa Jadwal tersebut sewaktu-waktu dimungkinkan berubah dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
Pengguna jasa yang akan menyeberang menggunakan kapal ferry, diharapkan untuk telah berada di area Pelabuhan minimal 60 menit sebelum jadwal keberangkatan. Selain itu calon pengguna jasa penyeberangan juga diwajibkan untuk menggunakan masker dan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Informasi khusus disampaikan kepada pengemudi mobil truk untuk membatasi kapasitas muatan maksimal dua puluh lima ton.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Suardi menyatakan, jajaran dinas perhubungan telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh pihak untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.
Dari hasil rapat tersebut, Suardi meyakinkan, bahwa Dishub bersama seluruh komponen terkait berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima terbaik kepada calon pengguna jasa penyeberangan, serta akan mengupayakan tidak ada pengguna jasa penyeberangan di lintasan Pamatata-Bira yang kemalaman dan tertinggal di area pelabuhan.
“Sebagai wujud komitmen bersama, Dishub dan JM PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) bersepakat untuk melakukan penambahan trip penyeberangan khusus, bagi calon pengguna yang tertinggal di area pelabuhan,” tegasnya.
Dua armada kapal Ferry tambahan yang terdiri dari KMP Sangke Pallangnga, dan KMP. Bontoharu akan disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya potensi lonjakan pemudik di lintasan Bira-Pamatata, terkhusus bagi calon pengguna jasa yang tidak sempat terakomodir dalam pelayaran kapal sebelumnya.
KMP Takabonerate sendiri akan disiagakan untuk memback up lonjakan pemudik setiap hari Minggu.
Selain itu, jajaran Dishub Selayar juga akan menyiagakan dan menerjunkan personilnya untuk melakukan kegiatan monitoring, pemantauan dan melayani pemudik di posko layanan terpadu di kedua pintu Pelabuhan keluar masuk.
Kegiatan monitoring dan pemantauan akan dimaksimalkan pada saat berlangsungnya suasana arus balik penumpang.
“Koordinasi lintas sektor dengan pihak TNI Polri, TNI-AD, Basarnas, BPBD, tim medis dan PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) juga telah dimatangkan pihak Dinas Perhubungan,” pungkas Suardi, saat dikonfirmasi via sambungan telefon, Selasa, (26/4/2022) malam. (Af4dly)


















