PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader •
Media Kampus

Abbatireng Antar Dosen Unismuh Makassar Ini Tampil di Universitas Oxford Inggris

2941
×

Abbatireng Antar Dosen Unismuh Makassar Ini Tampil di Universitas Oxford Inggris

Sebarkan artikel ini
Dr Eliza Meiyani MSi - dosen FKIP Unismuh Makassar
Dr Eliza Meiyani MSi, dosen FKIP Unismuh Makassar. (dok: pribadi)

MAKASSAR – Salah seorang dosen FKIP Unismuh Makassar, Dr Eliza Meiyani MSi, akan tampil mempresentasikan makalah penelitian kajian antropologi di Universitas Oxford Inggris pada 8 Juli 2019.

Judul penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan skala internasional pada kampus urutan kelima terbaik di dunia itu adalah, Abbatireng na Appijangeng Orang Bugis di Sulawesi Selatan, suatu Kajian Antropologi Sosial Budaya.

Demikian ditegaskan Eliza Meiyani kepada media di Makassar, Minggu (30/6/2019).

Abbatireng Antar Dosen Unismuh Makassar Ini Tampil di Universitas Oxford Inggris
Dr Eliza Meiyani MSi, dosen FKIP Unismuh Makassar. (dok: pribadi)

Dijelaskan, kata abbatireng berarti seseorang memiliki kepribadian agung dan diwarisi dari leluhurnya.

Bati dalam bahasa Bugis secara harfiah berarti perilaku bernilai agung dan diwarisi seseorang dari leluhurnya.

Kata abbatireng berarti seseorang yang memiliki pribadi atau kepribadian yang agung dan diwarisi dari leluhurnya paling tidak dari ayah atau eyangnya, tegas pengurus pusat Asosiasi Antropologi Indonesia ini.

Bati merupakan kekerabatan Bugis Bone mengarah pada penurunan derajat darah berdasar keturunan (biologis). Berlaku asas bapak yang menentukan bati atau turunan geneologis yang dikenal dengan ungkapan ambek-e mappabati,

Artinya garis keturunan bapak menjadi penentu bati, penentu derajat darah keturunan, sedangkan derajat darah ibu berpengaruh sebagai pendukung, tegas doktor antropoligi PPs-Unhas ini.

Wija dalam bahasa Bugis dikenal juga bija berarti, keturunan atau warisan akan tetapi lebih berkonotasi darah atau biologis.

Wija menjadi kata ampijangeng, dapat berarti fisik atau biologis yang istimewa dan merupakan warisan dari leluhur, ungkap Direktur PPs-STIK Tamalatea Makassar di masanya ini.

Tetapi dapat pula sebagai pribadi atau kepribadian atau perilaku yang serba baik, yang dimiliki oleh seseorang yang dinilai sebagai warisan atau turunan leluhurnya.

Tingginya prestasi bati na wija tidak mutlak menjadi manusia yang mulia bila tidak dibarengi sifat dan sikap bermartabat sesuai nilai-nilai agung yang terbentuk lebih dahulu dan dibina melalui pendidikan keluarga.

Bati na wija merupakan pengikat dalam sistem kekerabatan dan kelompok keluarga yang mendekatkan kefamilian (assiajingen) berguna untuk persatuan dan kekokohan masyarakat, tandas tutur Eliza

Sesuai jadwal pertemuan internasional ini, pada 6 Juli 2019 Eliza akan menuju London, kemudian pemaparan hasil penelitian pada 8 Juli 2019, kemudian pada 10 Juli 2019 akan berkunjung ke Universitas Cambridge.

Selain itu juga akan berkunjung ke Praha dan Budapest serta beberapa kota di Eropa, katanya. (yah/c/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com