MAKASSAR—Sejumlah massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyuarakan aspirasinya di depan gerbang DPRD di Jl. Pettarani, sehubungan akan diperingatinya Sumpah Pemuda, Jum’at, 29 Oktober 2021.
Terlihat personil Kepolisian telah mengamankan lokasi aksi, dengan pembagian pengamanan tiap sisi Gedung DPRD.
Aksi demo mahasiswa di gedung DPRD menimbulkan kerusuhan, dan “anarkis” mereka membakar “ban” mobil di tengah-tengah jalan dengan api yang besar, tentu itu akan membahayakan pengendara yang lewat.
Akan tetapi rata-rata pengendara tidak melalui area demo karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Sehingga arus lalulintas di jalur poros pettarani masih bisa di lalui beberapa kendaraan saja tapi (tidak banyak). Walau begitu, terkadang beberapa kendaraan berkendara pelan untuk melihat aksi demo mahasiswa.
Di saat mahasiswa berorasi di depan aparat kepolisian, mahasiswa lain ikut mendukung apa yang di ucapkan oleh pemimpin demonstrasi yang mengatakan “SETUJU” dengan intonasi yang menggebu-gebu pula.
Dengan begitu, mahasiswa di Makassar melakukan unjuk rasa di sejumlah titik dalam rangka hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober. Momen ini di gunakan massa untuk mengevaluasi 2 tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Sejumlah isu yang di jadikan kritik sejak beberapa tahun terakhir guna meminta penghapusan UU Omnibus Low, hentikan perampasan lahan, wujudkan pendidikan gratis yang produktif, bebaskan KPK dari kepentingan politik, Sahkan RUU PKS, STOP IMPORT BURUH, dan hentikan tindakan regresif dan tegakkan supremasi hukum.

















