🌙 Hari ke-4 Ramadhan 1447 H
Imsak04:42
Subuh04:52
Dzuhur12:19
Ashar15:30
Maghrib18:26
Isya19:36
Opini

Aksi Massa Mahasiswa, Kemana Arah Perjuangan?

2450
×

Aksi Massa Mahasiswa, Kemana Arah Perjuangan?

Sebarkan artikel ini
Aksi Massa Mahasiswa, Kemana Arah Perjuangan?
Ulfiah (Pegiat Literasi)

Bukan hanya itu, Koordinator lapangan dari mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Sadid Farhan, juga mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah. Pemerintah dinilai tak bisa mengatasi masalah yang menyebabkan masyarakat hidup dengan kesulitan. (REPUBLIKA.CO.ID, 08/04/2022)

Untuk skala daerah, aksi dilakukan mahasiswa bukan hanya semata tolak penundaan Pemilu dan tiga periode Jokowi. Sebagaimana yang dikatakan oleh Irfan, Korlap massa aksi dari mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di kota Mamuju.

Menurutnya, berbagai tuntutan dibawah yang tak kalah pentingnya harus dipenuhi pemerintah.

Adapun, 12 tuntutan massa aksi diantaranya:

  1. Tolak penundaan pemilu dan wacana amandemen UUD
  2. Turunkan harga BBM
  3. Turunkan harga sembako.
  4. Tolak kenaikan PPN
  5. Tolak utang baru, hapus utang lama
  6. Cabut UU IKN
  7. Cabut UU ciptakerja dan UU minerba
  8. Stop impor bahan jadi,stop expor bahan mentah
  9. Sahkan RUU masyarakat adat, RUU kepulauan
  10. Kawal pengesahan RUU TPKS
  11. Revisi UU ITE
  12. Stop kriminalisasi mahasiswa dan masyarakat. (sulbar.tribunnews.com, 11 April 2022)

Dari beberapa tuntutan diatas, maka bisa disimpulkan bahwa rezim saat ini dianggap tidak mampu untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada dan juga tidak lagi dipercaya oleh masyarakat. Sebab, penguasa tidak kompeten dalam mengurusi persoalan publik.

Sehingga, dari berbagai masalah tersebut, maka sangat wajar kalau akhirnya mahasiswa turun ke jalan. Untuk menyampaikan aspirasinya sebagai rakyat dan untuk mewakili kekecewaan rakyat terhadap penguasa.

Sebagai entitas terpelajar, mahasiswa tentu memiliki tawaran solusi atas masalah di negeri ini. Di sisi lain, gerakan mahasiswa hadir sebagai bukti bahwa pergerakan mahasiswa masih ada, tidak mati suri. Meski  beberapa waktu yang lalu tak ada gerakan ditengah caruk-maruknya kebijakan penguasa yang dinilai sangat mendzolimi rakyat.

Namun, hari ini mahasiswa kembali memperlihatkan taringnya sebagai agen of change. Tentu hal ini patut untuk diapresiasi. Sebab respons mahasiswa atas masalah negeri ini setidaknya mahasiswa masih mendengar denyut nadi masyarakat. Hanya saja penting menjadi catatan, bahwa arah perjuangan harus jelas, agar solusinya tidak tambal sulam.

Misalnya, jika perjuangan itu tujuannya untuk menuntaskan masalah masyarakat,  maka agar perjuangannya bersifat solutif, hal penting yang harus dilakukan adalah memahami akar masalah. Kalau melihat kondisi saat ini, solusi yang mahasiswa tawarkan masih dalam kerangka sistem yang sedang berjalan. Maksudnya, masih menyuarakan solusi yang berasal dari sistem kapitalisme sekuler yang ada saat ini.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com