Advertisement - Scroll ke atas
Gowa

Appi Ajak Akademisi Bersinergi dengan Pemerintah Hadapi Tantangan Kota Makassar

662
×

Appi Ajak Akademisi Bersinergi dengan Pemerintah Hadapi Tantangan Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Appi Ajak Akademisi Bersinergi dengan Pemerintah Hadapi Tantangan Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan mendasar kota. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Placemaking Summit bertema Makassar Placemaking for Academic Network (MAPAN) di Kampus Unhas Gowa, Senin (8/9/2025).

GOWA—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan mendasar kota. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Placemaking Summit bertema Makassar Placemaking for Academic Network (MAPAN) di Kampus Unhas Gowa, Senin (8/9/2025).

Kegiatan ini diinisiasi Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Program Studi Magister Transportasi bekerja sama dengan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota serta Australia Indonesia Centre.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam paparannya, Munafri atau yang akrab disapa Appi, menyoroti tiga isu utama yang membutuhkan dukungan akademisi, yakni sistem pemetaan wilayah, transportasi publik, dan pengelolaan sampah.

“Tujuan saya hadir di forum ini adalah mencari solusi konkret. Ide-ide segar dari akademisi sangat penting agar Makassar bisa tumbuh menjadi kota yang lebih ideal,” ujarnya.

Appi menekankan, pola pikir sektoral menjadi penghambat pembangunan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menciptakan kota yang nyaman, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

“Kota ini tidak akan besar, tidak akan nyaman, kalau ego sektoral masih ada di kepala kita masing-masing. Kita harus menyelesaikan persoalan secara bersama-sama,” tegasnya.

Ia juga mengaitkan paparannya dengan visi Pemkot Makassar 2025–2030, yang menekankan peningkatan daya saing ekonomi, layanan dasar, pemerataan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan pusat inovasi, olahraga, seni, budaya, dan pariwisata.

Dari visi itu lahir sejumlah program strategis, seperti peningkatan ruang terbuka hijau, pembangunan stadion sepak bola, revitalisasi taman kota, pembangunan ruas jalan baru, hingga penataan transportasi publik yang ramah lingkungan.

Appi turut menyoroti persoalan tata ruang dan lalu lintas yang masih tumpang tindih. Ia mencontohkan penanganan kawasan komersial dan perhotelan yang terkendala fasilitas parkir.

“Harus ada manajemen yang lebih baik. Saya mendorong investor bersama-sama membangun building parking di Makassar yang bisa dikelola independen,” jelasnya.

Kemacetan di koridor utama juga menjadi perhatian. Menurutnya, pada jam tertentu pergerakan warga sangat terhambat akibat kepadatan kendaraan, parkir liar, dan keterbatasan jalan.

“Ini masalah yang harus segera dituntaskan, karena mobilitas warga dan aktivitas ekonomi tidak boleh terhambat,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, ia menilai pemanfaatan ruang publik di Makassar masih belum optimal karena keterbatasan lahan yang mayoritas dimiliki bersama. Melalui forum akademik seperti MAPAN, Appi berharap lahir gagasan baru yang bisa menjadi rujukan kebijakan Pemkot.

“Harapan saya, dari sini lahir pemikiran yang lebih fresh dan detail, agar persoalan ruang kota bisa diselesaikan bersama. Dengan kolaborasi, saya yakin Makassar semakin maju,” pungkasnya. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!