Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Banjir Bandang Sungai Jeneberang, BPBD Makassar Evakuasi 13 Warga Terjebak di Air Terjun Barayya

315
×

Banjir Bandang Sungai Jeneberang, BPBD Makassar Evakuasi 13 Warga Terjebak di Air Terjun Barayya

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Sungai Jeneberang, BPBD Makassar Evakuasi 13 Warga Terjebak di Air Terjun Barayya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan.

MAKASSAR—Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang berubah menjadi ancaman dalam hitungan menit. Air bah datang tiba-tiba dan memutus jalur penyeberangan, membuat 13 warga Kota Makassar terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Kabupaten Gowa.

Menerima laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” ujar Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, sebagaimana dikutip dari makassarkota.go.id, Selasa (6/1/2026).

Peristiwa itu terjadi saat rombongan warga Makassar bersama komunitasnya melakukan aktivitas wisata alam di kawasan Air Terjun Jeneberang. Namun, hujan deras di wilayah hulu sungai menyebabkan debit air meningkat drastis dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.

Akibatnya, 13 orang terjebak sejak Sabtu (3/1/2026) dan tidak dapat melintasi sungai karena arus yang deras dan berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.

Meski lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap melakukan respons cepat setelah menerima informasi adanya warga Makassar yang terjebak.

Tim evakuasi diterjunkan dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang, mulai dari hujan yang masih turun, medan terjal, arus sungai yang kuat, hingga keterbatasan pencahayaan karena hari beranjak sore.

Fadli menjelaskan, BPBD Makassar mengerahkan berbagai peralatan pendukung, seperti alat mountaineering, life jacket, perlengkapan medis, serta peralatan rescue lainnya. Selain itu, jaket penghangat dan makanan darurat juga disiapkan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis korban.

“Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus,” jelasnya.

Seluruh korban yang terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Fadli Tahar menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan, mengingat potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini kembali menegaskan kehadiran BPBD Kota Makassar sebagai garda terdepan perlindungan keselamatan warga, bahkan hingga melampaui batas wilayah administratif.

Adapun 13 warga Makassar yang berhasil dievakuasi, yakni Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo, dan Ical. (Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!