PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
GowaPeristiwa

Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan 8 Orang di Gowa

706
×

Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan 8 Orang di Gowa

Sebarkan artikel ini
Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan 8 Orang di Gowa

SUNGGUMINASA – Curah hujan lebat yang membanjiri sebuah waduk mengakibatkan tanah longsor menewaskan sedikitnya delapan orang, dan membuat lebih dari 2.000 lainnya terpaksa mengungsi di Gowa, Sulawesi Selatan.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, mereka yang tewas termasuk dua bayi yang meninggal karena tenggelam dan seorang pria yang tersengat listrik sewaktu banjir mulai melanda Selasa malam.

Adnan mengatakan, tim SAR dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terimbas banjir ke tempat-tempat penampungan sementara yang didirikan di kantor-kantor pemerintah dan masjid-masjid.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, empat orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 2000 orang kini berada di tempat-tempat penampungan sementara. BNPB mengatakan, sembilan distrik, termasuk Makassar, terkena banjir.

Pantauan Mediasulsel.com banyak rumah terendam banjir, dan tim SAR, dengan menggunakan perahu, berusaha menyelamatkan orang-orang yang terhanyut banjir

Para petugas pemantau waduk Bili Bili tidak memiliki cukup waktu mengeluarkan peringatan dini bahwa mereka terpaksa membuka pintu pembuangan untuk mengalirkan air waduk.

“Hujan lebat mengakibatkan waduk kesulitan menampung air yang berlimpah. Kami terpaksa membuka pintu pembuangan untuk mencegah bahaya yang lebih besar. Inilah yang mengakibatkan banjir,” kara Adnan.

Ia mengatakan, jumlah korban tewas kemungkinan meningkat mengingat usaha pencarian dan pertolongan masih berlangsung di kawasan-kawasan yang terdampak bencana banjir. [*/ald]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com