Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

BBSPJIHPMM Gelar “Tanda Mata 2025” Menuju Layanan Prima dan Daya Saing Industri Nasional

400
×

BBSPJIHPMM Gelar “Tanda Mata 2025” Menuju Layanan Prima dan Daya Saing Industri Nasional

Sebarkan artikel ini
BBSPJIHPMM Gelar “Tanda Mata 2025” Menuju Layanan Prima dan Daya Saing Industri Nasional
Peluncuran maskot Daeng Siri' sebagai wajah budaya birokrasi bersih melayani, semangat, integritas & komitmen BBIHPMM untuk terus menjadi instansi yang dapat dipercaya & responsif dalam menjadi mitra strategis industri nasional.

MAKASSAR—Pemulihan ekonomi nasional terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II/2025 tumbuh 5,12 persen (y-on-y), didorong sektor industri pengolahan yang memberi kontribusi terbesar sebesar 1,13 persen. Penguatan ini sejalan dengan agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Di wilayah Sulawesi Selatan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/2025 tercatat 4,94 persen (y-on-y). Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 24,27 persen, menghasilkan nilai tambah Rp188,48 triliun bagi perekonomian daerah. Potensi ini menjadi dasar penetapan enam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) oleh pemerintah untuk mempercepat pemerataan industri nasional.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya mendukung pengembangan industri prioritas melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Pada tahap 2025–2035, Indonesia ditargetkan menjadi Negara Industri Tangguh dengan struktur industri yang dalam, berdaya saing global, dan berbasis inovasi.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) menjadi motor penggerak melalui penguatan infrastruktur mutu, pengembangan jasa industri, dan peningkatan kompetensi SDM. BSKJI menjalankan tugas ini bersama 24 Unit Pelaksana Teknis, termasuk Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM), satu-satunya balai besar Kemenperin di kawasan tengah dan timur Indonesia.

Sebagai instansi yang telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU), BBIHPMM memiliki fleksibilitas untuk mendorong inovasi dan meningkatkan mutu layanan.

Saat ini, 15 layanan jasa teknis dihadirkan untuk mendukung IKM dan memperkuat kontribusi sektor industri terhadap PDB nasional. Seluruh layanan telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh berbagai lembaga nasional sebagai jaminan kualitas.

Kepala BSKJI Kemenperin, Emmy Suryandari, menyampaikan bahwa mandat BBIHPMM bukan hanya terkait penyusunan kebijakan standardisasi, tetapi juga memastikan industri memiliki fondasi kuat dalam kepercayaan pasar, efisiensi produksi, serta keberlanjutan.

Dalam pembukaan kegiatan Tanda Mata 2025 secara daring, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai mitra dalam memastikan mutu layanan serta adaptasi terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi.

Pemerintah Kota Makassar melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Andi Muhammad Yasir, turut mengapresiasi peran BBIHPMM yang selama ini menjadi mitra strategis daerah dan dunia usaha.

Menurutnya, keberadaan layanan pengujian, sertifikasi, pelatihan, dan pendampingan industri dari BBIHPMM sangat sejalan dengan visi Kota Makassar sebagai kota unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

Momen kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi ini ditegaskan melalui kegiatan Tanda Mata BBIHPMM 2025 yang digelar Selasa, 9 Desember 2024 di D’Edelweis Ballroom Universitas Fajar, Makassar. Sebanyak 200 peserta hadir untuk memperkuat jejaring dan mengakselerasi daya saing industri nasional melalui MoU strategis lintas sektor.

Pada kesempatan ini, BBIHPMM meluncurkan lima inovasi layanan baru, yakni Layanan Pemeriksa Halal (LPH) Utama, Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Lembaga Verifikasi Validasi Gas Rumah Kaca (LVV GRK).

Semua layanan ini dirancang sebagai solusi terpadu untuk mendukung kebutuhan industri masa kini, termasuk tuntutan keberlanjutan dan sertifikasi mutu.

Sebagai wujud komitmen terhadap integritas layanan publik, BBIHPMM memperkenalkan maskot Zona Integritas “Daeng Siri” sebagai simbol gerak menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pimpinan dan seluruh pegawai juga memperkuat komitmen melalui penandatanganan Pakta Integritas untuk menjamin layanan publik yang profesional, bebas KKN, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Saat ini, BBIHPMM melayani 182 pelanggan yang terdiri dari 141 perusahaan di enam provinsi di Sulawesi, serta menjalin kemitraan dengan 19 pemerintah daerah, 16 perguruan tinggi, tiga rumah sakit, dan tiga instansi kementerian/lembaga. Jejaring ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri kawasan timur Indonesia.

Plt Kepala BBIHPMM, Muhammad Taufiq, menyampaikan bahwa Tanda Mata 2025 merupakan bentuk apresiasi kepada mitra industri atas dukungan selama 23 tahun perjalanan balai.

Ia mengemukakan bahwa peluncuran lima layanan baru dan penguatan zona integritas diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dengan semangat “One Stop Solution for Industry”, BBIHPMM terus mengembangkan layanan seperti pengujian produk, sertifikasi, kalibrasi, inspeksi teknis, industri hijau, pelatihan SDM, sertifikasi profesi, sertifikasi sistem manajemen, pemeriksaan halal, verifikasi TKDN, serta validasi dan verifikasi gas rumah kaca. Seluruhnya diproyeksikan menjadi katalis penguatan industri yang tangguh di tingkat nasional. (*)

BBSPJIHPMM Gelar “Tanda Mata 2025” Menuju Layanan Prima dan Daya Saing Industri Nasional
Pada sesi Tanda Mata Award, BBIHPMM melakukanpenyerahan atas apresiasi kepada seluruh mitra & pelanggan setia yang telah berkontribusi penuh dalam kolaborasi & kemitraan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
error: Content is protected !!