Advertisement - Scroll ke atas
Jeneponto

Bocah Korban Tenggelam di Desa Jombe Ditemukan Meninggal Dunia, Paman Korban Akui Muh. Ilham Pendiam dan Rajin Sholat

849
×

Bocah Korban Tenggelam di Desa Jombe Ditemukan Meninggal Dunia, Paman Korban Akui Muh. Ilham Pendiam dan Rajin Sholat

Sebarkan artikel ini
Bocah Korban Tenggelam di Desa Jombe Ditemukan Meninggal Dunia, Paman Korban Akui Muh. Ilham Pendiam dan Rajin Sholat
Suasana haru di rumah persemayaman almarhum Muh. Ilham (13), di Dusun Jombe Utara, Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. (Kahar Sese/Mediasulsel.com)

JENEPONTO—Korban Muh. Ilham, bocah berusia 13 tahun tenggelam di sungai Batu Gincing Jombe Utara, Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, ditemukan pada Sabtu (5/3/2025) sore. Daeng Ngamang paman korban menceritakan awal mulai tenggelamnya keponakannya Muh. Ilham. Ia juga menyebut anak ini sehari-harinya selalu bersikap sopan, pendiam, dan rajin sholat.

Menurut Daeng Ngamang, bahwa korban baru dapat ditemukan sekitar 8 jam dilakukan pencarian oleh Tim BASARNAS Bantaeng, BPBD Jeneponto, keluarga besar dan warga desa Jombe.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama 8 jam. Awal mula kejadian tenggelamnya Muh. Ilham dilihat oleh sepupu satu kalinya, lalu memanggil tantenya untuk bersama melihat dan hendak menolong korban akan tetapi mereka juga hampir ikut tenggelam, kemudian mereka berteriak yang didengar oleh petani sedang menyemprot rumput,” kata Daeng Ngamang menceritakan kejadian awal.

“Titik tenggelamnya di situ juga ditemukan di mana awal korban tenggelam. Lama baru ditemukan karena memang sungai itu hampir tiap tahun menelan korban jiwa, sering kali sungai Jombe ini memakan korban, kalau tidak salah, sudah tiga korban jiwa di situ,” ungkapnya.

Selaku paman korban Muh. Ilham, Daeng Ngamang mengucapkan, terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan ikut membantu sehingga jasad keponakannya dapat ditemukan.

“Kami keluarga besar korban mengucapkan banyak terima kasih kepada BASARNAS, BPBD, dan seluruh keluarga besar yang telah ikut membantu sampai akhirnya korban ditemukan,” ucapnya.

Selain itu, Daeng Ngamang juga mengucapkan, terima kasih kepada Bupati Jeneponto, Paris Yasir, yang telah menerjunkan Tim BASARNAS dari Kabupaten Bantaeng, dibackup BPBD Jeneponto, dan warga setempat.

“Terlebih lagi, terima kasih kepada bapak Bupati Jeneponto yang menurunkan BASARNAS dan BPBD itu sangat luar biasa, terima kasih banyak karaeng,” kata Daeng Ngamang.

Ia juga mewakil orang tua korban Muh. Ilham menyampaikan, duka yang mendalam atas musibah yang menimpa korban sampai merenggut nyawanya, padahal diketahui korban Muh. Ilham masih duduk di bangku kelas VIII di salah sekolah SMP di Kota Makassar.

“Dengan kepergian almarhum Muh. Ilham untuk selama-lamanya, maka kami sebagai keluarga besar mengalami duka yang mendalam. Terlebih lagi, anak kami ini baru duduk di bangku kelas VIII di salah satu sekolah SMP yang ada di Kota Makassar. Tapi, mungkin kita kembalikan ke takdirnya sudah ketetapan Allah SWT seperti ini,” kata Daeng Ngamang, dengan nada sedih.

“Anak ini pendiam dan rajin sholat. Sebetulnya anak ini rencana berangkat ke Makassar di hari di mana ia mengalami musibah, karena ia mau masuk sekolah. Korban naik ke Jeneponto adalah untuk silaturahmi ke keluarga besar orang tuanya dan sekaligus memperingati 100 harinya neneknya yang telah meninggal dunia,” jelasnya.

Menurut rencana, jasad almarhum Muh. Ilham akan dikebumikan pada hari ini Minggu (6/3/2025), di tempat pemakaman keluarga orang tua korban yaitu mamanya yang berasal dari Desa Jombe. (*)

Bocah Korban Tenggelam di Desa Jombe Ditemukan Meninggal Dunia, Paman Korban Akui Muh. Ilham Pendiam dan Rajin Sholat
Suasana haru di rumah persemayaman almarhum Muh. Ilham (13), di Dusun Jombe Utara, Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. (Kahar Sese/Mediasulsel.com)
error: Content is protected !!