MAKASSAR—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah pada awal 2026. Curah hujan yang masih tinggi sejak akhir 2025 berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Berdasarkan Surat Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Sulawesi Selatan Periode Dasarian II Januari 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa kabupaten dan kota masuk dalam kategori peringatan dini curah hujan tinggi, mulai dari status waspada hingga awas.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulsel melakukan langkah antisipatif dengan menyiapkan pendampingan sumber daya manusia, dukungan logistik, serta peralatan evakuasi di daerah rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si, mengatakan kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan respons cepat dan efektif apabila terjadi bencana, khususnya banjir yang berpotensi meluas akibat tingginya intensitas hujan.
Selain itu, BPBD Sulsel mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, rutin memantau informasi cuaca dari BMKG, serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. (R077/Ag4ys/4dv)


















