Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan Penyusunan Arsip Angkatan I di Hotel Gammara Makassar.

MAKASSAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan Penyusunan Arsip Angkatan I di Hotel Gammara Makassar, Rabu (19/2/2020).

Kegiatan yang bertujuan mewujudkan pengelolaan arsip yang baik khusunya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, dibuka lansung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel Hasan Sijaya serta diikuti para pengelola arsip pada unit pengolah yang ada di OPD Sulsel.

Kepala DPK Sulsel Moh Hasan mengatakan bahwa pengelolaan arsip ini penting, dan minset ini harus dibangun khususnya di jajaran OPD lingkup pemprov sulsel.

“Arsip itulah nanti yang akan menyelamatkanmu kalau kau pensiun,” tandasnya.

“Kalau kau tidak mau kehilangan budayamu, tidak mau kehilangan harkat, martabat dan gensimu,kau tidak mau berhadapan dengan hukum maka jaga arsipmu,” tegasnya.

Hasan lebih jauh mengaku,Arsip harus dikelola dengan baik. Apalagi sekarang ini kita telah di dukung oleh instruksi Gubernur Sulsel terkait dengan pengelolaan kearsipan ini.

Meski demikian, lanjut Hasan, mengelolah kearsipan itu tidaklah sesederhana yang kita bayangkan, mengelola kearsipan itu butuh proses dan keilmuan tersendiri.

“Di OPD ada KTU ada penata administrasi, tapi keilmuan pengelolaan kearsipan itu hanya ada di DPK, Oleh karena itu kerjasama OPD dengan DPK dalam pengelolaan kearsipan ini harus terus ditingkatkan.Jelasnya.

Hasan juga berharap agar arsip di OPD dapat terkelola dengan baik, maka setiap OPD harus ada arsiparisnya, dan hal ini terus diperjuangkan termasuk di Arsip Nasional RI.

“Mudah- mudahan setelah mengikuti bimtek ini ada goal yang bisa dibawa pulang, harus ada sesuatu yang baru dalam pengelolaan kearsipan kita,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kearsipan DPK Sulsel Patarai A. Burhan GS,menambahkan kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang sistem pengelolaan arsip yang dinamis.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang tata cara penyusutan arsip dan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi pengelolah kearsipan,” tambahnya. (*)