PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 Ribu
Sulsel

DKP Sulsel Rehabilitasi Ekosistem di 2 Pulau Kecil Takalar

1626
×

DKP Sulsel Rehabilitasi Ekosistem di 2 Pulau Kecil Takalar

Sebarkan artikel ini
DKP Sulsel Rehabilitasi Ekosistem di 2 Pulau Kecil Takalar
Terumbu karang dan hutan mangrove merupakan ekosistem yang amat penting bagi masyarakat pesisir. Selain bermanfaat secara ekologis, terumbu karang dan mangrove dapat pula bermanfaat secara ekonomi.

TAKALAR—Terumbu karang dan hutan mangrove merupakan ekosistem yang amat penting bagi masyarakat pesisir. Selain bermanfaat secara ekologis, terumbu karang dan mangrove dapat pula bermanfaat secara ekonomi.

Hal itulah yang menjadi perhatian Pemprov Sulsel di bawah arahan Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman, untuk melakukan upaya rehabilitasi ekosistem yang dapat menunjang ekonomi masyarakat pesisir.

Wujud upaya rehabilitasi ekosistem tersebut dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Mamminasata, dengan melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Satanga, Kabupaten Takalar.

Transplantasi terumbu karang ini memakai 200 kerangka spider berbentuk laba-laba, sebagai medium pertumbuhan bibit terumbu karang. Total ada 6 jenis terumbu karang yang  diperoleh dari perairan sekitar lokasi transplantasi, untuk digunakan sebagai bibit pada media spider.

Kepala Dusun Satangnga menerima medium spider tersebut secara simbolis, dari Kepala CDK Mamminasata, Sayyid Zainal Abidin.

“Kami tentu berharap masyarakat Pulau Satangnga kelak dapat memanfaatkan dan menjaga hasil dari transplantasi terumbu karang ini,” ujar Sayyid Zainal Abidin, Rabu (10/8/2022).

Selain upaya transplantasi terumbu karang, di hari yang sama, DKP Sulsel melalui CDK Mamminasata, bersama anggota Komisi B DPRD Sulsel, Hengky Yasin, juga melakukan penanaman 38.000 bibit mangrove di Pulau Tompotana, Kabupaten Takalar.

DKP Sulsel Rehabilitasi Ekosistem di 2 Pulau Kecil Takalar
Terumbu karang dan hutan mangrove merupakan ekosistem yang amat penting bagi masyarakat pesisir. Selain bermanfaat secara ekologis, terumbu karang dan mangrove dapat pula bermanfaat secara ekonomi.

Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program Gubernur Sulsel, yang gencar melakukan upaya rehabilitasi lingkungan, untuk menjaga masyarakat pesisir dan pulau kecil dari abrasi.

“Sudah ada lima lokasi penanaman mangrove yang telah dilaksanakan, yaitu 2 lokasi di pesisir Takalar, 2 lokasi di pesisir Maros dan 1 lokasi di pesisir Makassar,” tambah Kepala CDK Mamminasata, Sayyid Zainal Abidin. (*)

DKP Sulsel Rehabilitasi Ekosistem di 2 Pulau Kecil Takalar
Terumbu karang dan hutan mangrove merupakan ekosistem yang amat penting bagi masyarakat pesisir. Selain bermanfaat secara ekologis, terumbu karang dan mangrove dapat pula bermanfaat secara ekonomi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com