Beranda » Internasional » Drone Houthi Kembali Serang Bandara Abha di Arab Saudi, 9 Luka-luka
Drone Houthi Kembali Serang Bandara Abha di Arab Saudi, 9 Luka-luka
Internasional

Drone Houthi Kembali Serang Bandara Abha di Arab Saudi, 9 Luka-luka

Kolonel Turki Al Maliki, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengatakan sebuah pesawat nirawak (drone) Houthi menyerang bandara Abha untuk ketiga kalinya dalam kurang dari satu bulan, melukai sembilan orang dalam serangan Selasa dini hari (2/7).

Video amatir menunjukkan sejumlah supir taksi melihat kerusakan pada kendaraan-kendaraan di luar bandara Abha di Arab Saudi Selasa pagi, setelah sebuah serangan pesawat nirawak Houthi di luar gedung utama bandara itu.

Media Arab Saudi mengutip juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Kolonel Turki al Maliki sebagai mengatakan sembilan warga sipil luka-luka dalam serangan pesawat nirawak Houthi, yang disebutnya sebagai “tindakan teroris.” Maliki juga mengatakan bahwa serangan terhadap sasaran sipil dapat dikualifikasikan sebagai “kejahatan perang.” Ini merupakan serangan pesawat nirawak Houthi ketiga terhadap bandara Abha dalam kurang dari satu bulan.

Pada bulan Mei lalu sebuah serangan pesawat nirawak terhadap tempat pengisian bahan bakar minyak menutup jalur pipa minyak Yanbaw yang menuju ke Laut Merah untuk sementara waktu. Houthi di Yaman mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu, meskipun sumber-sumber militer Amerika menilai pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan itu lebih mungkin berasal dari Irak, dibanding dari Yaman.

Hilal Khashan, yang mengajar ilmu politik di American University di Beirut, mengatakan serangan terhadap sasaran-sasaran Arab Saudi, seperti di bandara Abha, “jelas terkait dengan situasi di Iran,” dan ia menilai serangan-serangan itu cenderung meningkat seiring meruncingnya ketegangan antara Amerika dan Iran.

“Saya pikir ini adalah awal dari eskalasi. Iran meningkatkan pengayaan uranium dan saya bersiap melihat perkembangan lebih lanjut, dan aksi militer di kawasan itu. Iran beroperasi dengan asumsi pemerintah Trump tidak menginginkan perang dan bahwa Trump memusatkan perhatian pada ekonomi agar terpilih kembali dalam pilpres. Jadi perhitungan Iran mungkin mereka akan melakukan apapun untuk menggagalkan usahanya,” kata Hilal.

Hilal Khashan menggarisbawahi bahwa “serangan Houthi terhadap wilayah udara Arab Saudi, bandara Abha dan Jizan, menunjukkan kelemahan pertahanan Saudi,” meskipun anggaran militer negara itu sangat besar.

Analis Teluk yang berkantor di Washington DC, Theodore Karasik, mengatakan kepada VOA, upaya-upaya pesawat nirawak Houthi untuk menghantam Arab Saudi bagian selatan menjadi keseharian dan “ancaman bagi maskapai penerbangan sipil, meningkatkan risiko secara dramatis.” Ia mencatat bahwa Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths saat ini sedang berkunjung ke Uni Emirat Arab, setelah mengunjungi Rusia, dan ia mengatakan “ada peningkatan konsensus bahwa ancaman itu harus diatasi dengan cepat.”

Stasiun televisi pemerintah Arab Saudi mengindikasikan bahwa negara kerajaan itu mungkin akan menanggapi serangan Houthi terhadap bandara Abha, tetapi tidak memberi rincian lebih jauh. [VOA]