Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke-80: Antara Gimmick, Ekspresi Budaya Pop, dan Simbol Perlawanan

1154
×

Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke-80: Antara Gimmick, Ekspresi Budaya Pop, dan Simbol Perlawanan

Sebarkan artikel ini
Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke-80: Antara Gimmick, Ekspresi Budaya Pop, dan Simbol Perlawanan
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah fenomena unik dan cukup mengundang perhatian terjadi di berbagai daerah. Di antara deretan bendera Merah Putih yang berkibar di pinggir jalan, halaman rumah, hingga tiang-tiang kantor, muncul satu simbol asing yang tidak lazim: bendera bajak laut dari serial anime dan manga One Piece.

MAKASSAR—Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah fenomena unik dan cukup mengundang perhatian terjadi di berbagai daerah. Di antara deretan bendera Merah Putih yang berkibar di pinggir jalan, halaman rumah, hingga tiang-tiang kantor, muncul satu simbol asing yang tidak lazim: bendera bajak laut dari serial anime dan manga One Piece.

Bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak dan tulang menyilang—dikenal sebagai Jolly Roger—yang dalam versi One Piece ditambah dengan topi jerami khas tokoh utama, Luffy, itu terlihat berkibar di beberapa titik. Ada yang memasangnya di motor, mobil, hingga di depan rumah berdampingan dengan bendera negara. Sontak, fenomena ini menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Sebagian pihak menilai hal itu sekadar ekspresi budaya pop yang sedang digandrungi. One Piece, sebagai serial manga Jepang yang sudah berjalan lebih dari dua dekade, memiliki jutaan penggemar di Indonesia. Bendera bajak laut Straw Hat itu telah menjadi simbol yang kuat dalam imajinasi anak muda: semangat kebebasan, persahabatan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Namun tak sedikit pula yang mempertanyakan relevansinya. Di tengah suasana sakral menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, kemunculan simbol fiktif itu dianggap tidak pada tempatnya. Bahkan di beberapa daerah, aparat desa dan kelurahan meminta warganya untuk menurunkan bendera tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan semangat nasionalisme.

Lantas, apa sebenarnya makna dari bendera One Piece itu, dan mengapa banyak anak muda memilih mengibarkannya menjelang 17 Agustus?

Menurut pengamat budaya pop, Dr. Wawan Darmawan, fenomena ini bukan semata-mata soal bendera, melainkan bentuk identifikasi generasi muda terhadap nilai-nilai yang mereka anggap relevan saat ini. “Bendera Straw Hat itu bukan hanya simbol bajak laut. Bagi fans, itu simbol dari keberanian melawan sistem yang korup, solidaritas tim, dan tekad mewujudkan mimpi. Nilai-nilai itu sebenarnya selaras dengan semangat kemerdekaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa generasi muda hari ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dari generasi 1945. Mereka tidak mengalami penjajahan fisik, tetapi menghadapi tantangan baru seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, dan kemerosotan moral elite. Dalam konteks itu, narasi One Piece menjadi relevan: tokoh-tokohnya berjuang melawan kekuasaan yang korup, tidak adil, dan menindas.

Namun, Wawan juga mengingatkan pentingnya menempatkan simbol pada konteks yang tepat. “Mengibarkan bendera bajak laut berdampingan dengan Merah Putih bisa menimbulkan tafsir ganda. Jika itu dilakukan untuk menghormati nilai perjuangan, baik. Tapi jika sekadar ikut tren atau malah untuk menandingi simbol negara, tentu keliru,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warganet di media sosial membela fenomena ini sebagai bentuk kreativitas dan kebebasan berekspresi. Mereka menyandingkan tokoh-tokoh One Piece dengan para pahlawan bangsa, yang sama-sama melawan penindasan dan memperjuangkan kemerdekaan—meski dalam konteks berbeda.

Di sisi lain, aparat dan pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi etika dalam memaknai bulan kemerdekaan. Merah Putih, menurut mereka, tetap harus menjadi satu-satunya simbol resmi negara yang dikibarkan di ruang publik selama perayaan HUT RI.

Fenomena ini pada akhirnya menjadi potret tarik menarik antara semangat lama dan semangat baru: antara nasionalisme konvensional dan ekspresi kebebasan dalam budaya pop modern. Apakah bendera One Piece akan terus dikibarkan sebagai bentuk perlawanan simbolik, atau akan tenggelam sebagai tren sesaat, hanya waktu yang akan menjawab.

Yang jelas, di balik kibaran bendera bajak laut itu, ada suara generasi muda yang sedang mencari cara baru untuk mencintai negerinya. (Ag4ys)

error: Content is protected !!