GOWA — Bahaya judi online dan perundungan atau bullying menjadi perhatian Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Alauddin Makassar. Melalui program GenBI Goes To School, mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia ini mengajak pelajar lebih cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan teknologi digital, dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) di SMA Negeri 14 Gowa tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Muda Cerdas Finansial, Bijak Digital, dan Peduli Sesama”.
Edukasi ini menyasar pelajar dengan memberikan pemahaman mengenai kebanksentralan, bahaya judi online dan pinjaman online ilegal, serta pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar berupaya membangun kesadaran generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara bijak, menghindari perilaku berisiko di era digital, dan menciptakan lingkungan sosial yang aman serta saling menghargai.
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, khususnya Kepala UPT SMA Negeri 14 Gowa yang telah memberikan izin dan ruang bagi pelaksanaan program edukasi itu.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada GenBI Wilayah Sulawesi Selatan serta para siswa yang mengikuti kegiatan. Para peserta diharapkan menyimak materi dengan baik agar dapat memahami informasi yang disampaikan.
“Hadirnya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman terkait beberapa materi yang akan disampaikan. Saya berharap teman-teman dapat menyimak dan memperhatikan materi dengan baik karena setelah penyampaian materi akan disediakan hadiah bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar,” ujar Ketua Panitia.
Sementara itu, Wakil Ketua GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar yang hadir mewakili Ketua Umum menjelaskan bahwa GenBI merupakan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia yang turut berperan dalam memberikan edukasi dan kontribusi positif kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan GenBI Goes To School berfokus pada tiga pilar utama, yakni cerdas finansial, bijak digital, dan peduli sesama. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk membekali pelajar menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan kehidupan sosial.
“Melalui kegiatan ini, adik-adik akan menerima materi yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu cerdas finansial, bijak digital, dan peduli sesama. Kami berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan adik-adik serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Perwakilan GenBI Wilayah Sulawesi Selatan turut menekankan pentingnya pemahaman mengenai kebanksentralan serta kewaspadaan terhadap pinjaman online dan judi online ilegal. Edukasi pencegahan bullying juga menjadi bagian penting untuk membangun lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung perkembangan siswa.
Kepala UPT SMA Negeri 14 Gowa, Faisal, S.Sos., M.M., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa GenBI yang hadir memberikan edukasi dan wawasan baru kepada para siswa.
Faisal juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi praktik judi online yang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum. Selain itu, ia mengajak siswa menghindari tindakan perundungan yang dapat merugikan orang lain dan mengganggu suasana belajar di sekolah.
Melalui program ini, GenBI Komisariat UIN Alauddin Makassar berharap para pelajar tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bekal literasi keuangan, pemahaman risiko di ruang digital, dan kepedulian sosial, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman, positif, dan saling menghargai. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Azizah Ramdhani (Mahasiswa Ilmu Politik UINAM)













