Advertisement - Scroll ke atas
Ekonomi

Indonesia Teken Strategi Dagang Baru dengan AS, Tarif Turun Jadi 19 Persen

915
×

Indonesia Teken Strategi Dagang Baru dengan AS, Tarif Turun Jadi 19 Persen

Sebarkan artikel ini
Indonesia Teken Strategi Dagang Baru dengan AS, Tarif Turun Jadi 19 Persen
Courtesy: Channel Youtube BTV

JAKARTA—Pemerintah Indonesia berhasil menurunkan tarif bea masuk produk Indonesia ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen, usai menjalani negosiasi panjang dengan pemerintah AS. Langkah diplomasi ekonomi ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Penurunan tarif tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, sebagai respons atas strategi perdagangan baru yang ditempuh Indonesia, termasuk peningkatan volume pembelian produk dari Negeri Paman Sam.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Amerika defisit berapa, langsung kita naikkan pembelian, dan kita beli barang dari Amerika. Suratnya sudah dikirim sejak awal April,” kata Airlangga dalam diskusi Investor Daily Round Table (IDRT) yang dipandu langsung Executive Chairman B-Network, Enggartiarso Lukita di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).

Airlangga mengungkapkan, Presiden Prabowo secara langsung menyusun daftar kebutuhan yang dibeli dari AS untuk menekan ketimpangan neraca perdagangan kedua negara. Pembelian terbesar ada di sektor energi senilai US$ 15,5 miliar, diikuti sektor pertanian sebesar US$ 4,5 miliar. Sementara sisanya terdiri dari berbagai kebutuhan tambahan.

Meski nilai pembelian meningkat, Indonesia tetap mempertahankan pembangunan fasilitas pemrosesan di dalam negeri. Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membangun kilang (refinery) di AS, melainkan di dalam negeri, demi efisiensi logistik dan peningkatan nilai tambah domestik.

“Kita tidak bangun refinery di AS, tetapi di Indonesia. Dan sifatnya small refinery. Presiden mengarahkan agar kebutuhan itu dipecah karena logistiknya akan lebih murah dan efisien,” jelasnya, sebagaimana dikutib dari akun youtube BTV, Rabu (30/7/2025)

Komponen yang dibeli dari AS meliputi jasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC), serta peralatan pendukung yang akan dibawa dan dirakit di Indonesia.

Menanggapi kabar yang menyebut Indonesia melakukan investasi langsung di AS, Airlangga pun meluruskan. Menurutnya, investasi tersebut dilakukan oleh pihak swasta, bukan pemerintah.

“Sebelumnya ada yang menyebut seakan-akan kita investasi di sana. Investasi memang ada, tapi itu dilakukan oleh perusahaan dari Purwakarta, PT Indorama, yang memang punya tradisi investasi di AS,” tandasnya. (Ag4ys/B-Network)

error: Content is protected !!