Advertisement - Scroll ke atas
Ekonomi

Inflasi vs Deflasi: Bedanya Apa? Ini Contoh Sederhananya!

664
×

Inflasi vs Deflasi: Bedanya Apa? Ini Contoh Sederhananya!

Sebarkan artikel ini
Inflasi vs Deflasi: Bedanya Apa? Ini Contoh Sederhananya!
Istilah inflasi dan deflasi sering kita dengar di berita ekonomi, tapi sebenarnya apa artinya? Mari kita bahas dengan cara yang sederhana agar lebih mudah dipahami.

MEDIASULSEL.COM—Istilah inflasi dan deflasi sering kita dengar di berita ekonomi, tapi sebenarnya apa artinya? Mari kita bahas dengan cara yang sederhana agar lebih mudah dipahami.

Apa Itu Inflasi?

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Inflasi adalah kondisi ketika harga-harga barang dan jasa naik secara umum dan terus-menerus. Dampaknya, nilai uang yang kita miliki jadi menurun.

Contoh mudahnya, di tahun 2020 harga sepiring nasi goreng Rp10 ribu. Lima tahun kemudian, harganya naik jadi Rp15 ribu. Artinya, uang Rp10 ribu yang dulu bisa beli seporsi nasi goreng, sekarang tidak lagi cukup.

Apa Itu Deflasi?

Sebaliknya, deflasi adalah kondisi ketika harga-harga barang dan jasa turun secara umum dan terus-menerus. Akibatnya, nilai uang meningkat karena bisa membeli lebih banyak barang.

Misalnya, harga cabai tahun 2020 Rp50 ribu per kilo. Beberapa tahun kemudian turun jadi Rp30 ribu per kilo. Dengan uang Rp50 ribu, yang dulu hanya cukup beli 1 kilo, kini bisa dapat hampir 2 kilo.

Singkatnya, Inflasi adalah harga naik, nilai uang turun. Sedangkan Deflasi ialah harga turun, nilai uang naik.

Fenomena inflasi maupun deflasi punya dampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Inflasi sering bikin biaya hidup terasa lebih berat, sementara deflasi di satu sisi bisa menyenangkan konsumen, tapi bisa menyulitkan produsen karena harga jual turun.

Semoga dengan memahami dua istilah ini agar kita lebih bijak dalam mengatur keuangan dan melihat perkembangan ekonomi di sekitar kita. (*)

error: Content is protected !!