Advertisement - Scroll ke atas
Otomotif

Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik, Pilihan Transportasi Masa Depan

1316
×

Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik, Pilihan Transportasi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik, Pilihan Transportasi Masa Depan
Tren kendaraan ramah lingkungan kini kian diminati masyarakat, salah satunya motor listrik. Kehadiran motor tanpa bahan bakar fosil ini dianggap menjadi solusi transportasi masa depan yang efisien dan ramah lingkungan.

MAKASSAR—Tren kendaraan ramah lingkungan kini kian diminati masyarakat, salah satunya motor listrik. Kehadiran motor tanpa bahan bakar fosil ini dianggap menjadi solusi transportasi masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Namun, di balik berbagai keunggulannya, motor listrik juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan.

Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan utama motor listrik terletak pada efisiensi energi. Tanpa bahan bakar minyak, biaya operasionalnya jauh lebih rendah dibanding motor konvensional. Pengguna hanya perlu mengisi daya baterai yang biayanya bisa sepuluh kali lebih hemat dari pengisian bensin.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Motor listrik tak menghasilkan emisi gas buang. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk mengurangi polusi udara dan mendukung upaya pemerintah menuju net zero emission. Suara mesinnya pun halus, membuat pengalaman berkendara terasa lebih nyaman,” ujar Arman salah seorang pengguna motor listrik di Makassar, Sabtu (25/10/2025).

Perawatan Lebih Sederhana
Motor listrik tidak memiliki banyak komponen bergerak seperti mesin berbahan bakar. Tidak perlu ganti oli, busi, atau filter udara. Perawatan rutin pun lebih mudah dan murah, hanya sebatas pengecekan baterai, sistem kelistrikan, dan ban.

Namun, Tak Lepas dari Kekurangan
Meski menawarkan banyak keuntungan, motor listrik juga punya tantangan. Salah satunya daya jelajah yang terbatas. Dalam sekali pengisian penuh, sebagian besar motor listrik hanya mampu menempuh jarak antara 60 hingga 120 kilometer. Ini membuatnya kurang ideal untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, waktu pengisian baterai masih relatif lama, bisa mencapai 4 hingga 6 jam tergantung kapasitasnya. Infrastruktur pengisian daya (charging station) yang belum merata juga menjadi kendala utama di beberapa daerah.

Harga awal pembelian yang masih lebih tinggi dibanding motor bensin juga kerap menjadi pertimbangan calon pengguna. Meski biaya operasionalnya lebih hemat, investasi awal untuk membeli motor listrik masih cukup besar bagi sebagian masyarakat.

Menuju Era Kendaraan Hijau
Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai insentif, seperti potongan pajak dan subsidi pembelian. Beberapa produsen juga mulai menghadirkan model-model baru dengan desain menarik dan daya tempuh yang semakin panjang.

Dengan berbagai kemajuan teknologi dan dukungan kebijakan, motor listrik perlahan menjadi bagian dari gaya hidup modern. Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, masa depan kendaraan hijau di Indonesia tampaknya semakin cerah. (Ag4ys-dari berbagai sumber)

error: Content is protected !!