Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Makassar

Kepala Bappeda Makassar: Penyesuaian Prioritas Program Sebabkan Rendahnya Realisasi APBD

793
×

Kepala Bappeda Makassar: Penyesuaian Prioritas Program Sebabkan Rendahnya Realisasi APBD

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Makassar: Penyesuaian Prioritas Program Sebabkan Rendahnya Realisasi APBD
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Zulkifly Nanda, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh penyesuaian prioritas program dalam APBD Perubahan.

MAKASSAR—Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar hingga akhir triwulan ketiga 2024 tercatat baru mencapai 47,14 persen, atau sekitar Rp2,49 triliun dari total APBD sebesar Rp5,29 triliun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Zulkifly Nanda, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh penyesuaian prioritas program dalam APBD Perubahan.

Menurut Zulkifly, revisi anggaran tersebut menyebabkan penurunan realisasi belanja di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meskipun sebelumnya mereka menunjukkan kinerja yang baik pada triwulan pertama dan kedua.

“Bagian pendapatan berubah, kemudian belanja juga mengalami penyesuaian. Data terbaru yang kami tarik dari sistem menunjukkan beberapa OPD yang semula berada di posisi baik, kini turun performanya. Hal ini disebabkan oleh masuknya program-program prioritas dalam APBD Perubahan, seperti yang terjadi pada PTSP dan DLH,” ungkap Zulkifly, Kamis (10/10/2024).

Di sisi lain, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Arwin Azis, menyatakan fokusnya pada percepatan penyerapan anggaran di OPD-OPD yang realisasinya masih rendah. Ia menegaskan pentingnya memastikan program-program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target.

“Pada triwulan ketiga ini, saya hadir untuk mendorong percepatan pelaksanaan program dan kegiatan yang hingga saat ini belum terserap anggarannya,” ujar Arwin.

Namun, Arwin mengingatkan agar percepatan penyerapan anggaran tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, penyerapan anggaran bukan hanya soal menghabiskan dana, tetapi memastikan penggunaannya efektif dan meminimalkan potensi masalah di masa mendatang. (*/4dv)

Konten dilindungi © Mediasulsel.com