MAKASSAR – Dinas Perpustakaan dan kearsipan (DPK) Provinsi Sulsel dibawah kepemimpinan Moh Hasan Sijaya terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam mendorong minat baca dan mencerdaskan masyarakat salah satunya dengan menghadirkan perpustakaan lorong.

Kepala DPK Sulsel Moh Hasan Sijaya mengatakan,DPK berperang penting dalam mencerdaskan bangsa,melalui peningkatan minat baca masyarakat,sehingga perpustakaan harus hadir.

“Perpustakaan harus hadir ditengah masyarakat,sehingga dibentuk perpustakaan lorong yang akan memudahkan mereka untuk menggunakannya dan secara lansung mendorong minat baca masyarakat,” Ungkap Hasan Sijaya (22-1).

Sementara itu Bahtiar adnan kusuma ketua forum pengelola perpustakaan lorong desa Sulsel,menambahkan,Perpustakaan lorong yang untuk tahap pertama kalinya ada di 10 titik di kota makassar maupun lainnya,mendapat respon dan dukungan yang sangat baik.

“Perpustakaan lorong yang pertama ada dikelurahan parang tambung,dan kemudian dibawah kepemimpinan kepala DPK Sulsel dikembangkan menjadi 10 titik baik dikota makassar maupun daerah lainnya,” Ungkap Bahtiar.

“Hadirnya perpustakaan lorong mendapat respon positif dari berbagai pihak termasuk anggota DPR RI Amir Uskara yang memberikan dua titik perpustakaan lorong, ketua TP PKK sulsel yang juga Bunda PAUD Lies F Nurdin yang akan membuat 10 titik perpustakaan lorong,” jelasnya.

Bahtiar menyebutkan,Ketua TP PKK Provinsi Sulsel yang sangat rajin melakukan kunjungan dan bertemu lansung masyarakat,sangat mengetahui pentingnya hadirnya perpustakaan lorong.

“Bunda Baca Sulsel bekerjasama dengan swasta akan membuat 10 perpustakaan lorong diluar yang dibuat oleh DPK,” sebutnya

Bahtiar lebih jauh mengaku,diperpustakaan lorong ini selain untuk membaca juga akan menjadi tempat pelatihan baik publik speaking,latihan baca puisi, menari,melukis maupun lainnya.

“Diperpustakaan lorong ini buka hanya untuk tempat membaca buku,melainkan tempat pelatihan lainnya baik publik speaking,latihan baca puisi, menari,melukis maupun lainnya,dan untuk membuat semua berjalan secara berkesinambungan maka telah dibentuk volunter bekerjasama dengan UNM,” Tegasnya.

“Dengan perkembangan dan kemajuan perpustakaan saat ini,Optimis kedepan Sulsel. akan jadi lokomotif gerakan literasi pertama ditimur Indonesia,” Tutupnya. [*]