MAKASSAR-Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah pemprov Sulsel menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) tentang penyelesaian aset bermasalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Di hotel grand Asia Makassar, Rabu (20/11/2019).

Kegiatan FGD ini dihadiri langsung 3 pemateri,pemateri pertama yakni Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Firdaus Dewilmar, perwakilan BPK Fandi Soni dan BPN Muhallis.

Adapun Topik pembahasan FGD tersebut adalah, Evaluasi dan Pengamanan Barang Milik Daerah serta tatacara pensertifikatan serta permasalahan aset daerah.

Kepala Biro pengelolaan barang dan aset milik daerah sulsel,Nurlina mengaku acara FGD tersebut diselenggarakan selama satu hari dengan melibatkan 57 OPD lingkup pemprov Sulsel.

Selain itu, Nurlina mengatakan tujuan FGD tersebut untuk memberikan pemahaman kepala seluruh peserta FGD tentang pentingnya pengamanan, tatatertib administrasi, tatatertib fisik dan tatatertib hukum barang milik daerah.

“Sasaran dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta dalam pengelolaan barang milik daerah” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Firdaus Dewilmar, terkait pengamanan dan persertifikatan aset, OPD Pemprov Sulsel dalam hal ini Biro pengelolaan barang dan aset daerah sangat berperan penting.

Kajati Sulsel, kata Firdaus Dewilmar hanya mendampingi pemprov sulsel untuk mengawal proses yang telah berjalan.

“Kami dari kejati Hanya untuk pengamanan dan pendampingan, pertimbangan hukum dan pelayanan hukum” katanya. [*]