Advertisement - Scroll ke atas
Jawa Tengah

Longsor Majenang: Dua Tewas, 21 Warga Masih Dicari, Tim SAR Terus Kerja di Tengah Tanah Labil

564
×

Longsor Majenang: Dua Tewas, 21 Warga Masih Dicari, Tim SAR Terus Kerja di Tengah Tanah Labil

Sebarkan artikel ini
Longsor Majenang: Dua Tewas, 21 Warga Masih Dicari, Tim SAR Terus Kerja di Tengah Tanah Labil
Proses pencarian dan pertolongan korban longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Kamis (13/11) malam. (foto : BPBD Kabupaten Cilacap)

MAJENANG—Upaya pencarian korban longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, masih berlangsung hingga Jumat (14/11/2025) pagi. Sebanyak 21 warga dilaporkan masih hilang pascaterjadinya longsor yang dipicu hujan deras pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang membuat kontur tanah di wilayah Majenang tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya ambrol dan menimpa permukiman warga di tiga dusun: Cibeunying, Cibaduyut, dan Tarakan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

BPBD Cilacap bersama tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga. Hingga Jumat dini hari pukul 03.00 WIB, tim berhasil menyelamatkan 23 orang. Tiga di antaranya mengalami luka ringan, sementara dua lainnya meninggal dunia.

Selain korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan cukup parah. Sedikitnya 12 rumah rusak dan 16 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah yang masih labil. Kondisi kontur tanah ini juga menjadi tantangan utama bagi tim SAR, mengingat proses pencarian masih berada dalam masa golden time.

Meski begitu, proses evakuasi tetap dilanjutkan pada pagi ini. Satu unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat pencarian warga yang masih hilang.

BNPB menyampaikan bahwa tim reaksi cepat akan diberangkatkan untuk memperkuat operasi pencarian di Majenang. Lembaga tersebut juga mengimbau warga dan tim yang bertugas agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih mengguyur Majenang hingga Minggu (16/11/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, meminta seluruh pihak menjaga kewaspadaan sembari memastikan operasi pencarian berjalan aman dan efektif. (Ag4ys)

error: Content is protected !!