Mahasiswa Unhas Latih Warga Jeneponto Membuat Mesin Tetas Telur
Pelatihan pembuatan mesin tetas telur ini dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Juni 2021, dihadiri langsung tiga dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yaitu Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si, Dr. Ir. Muh Ridwan, S.Pt, MSi, IPU dan Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., serta anggota kelompok tani ternak Desa Barana dan organisasi kepemudaan Keluarga Pemuda-Pemudi Julukanayya (KPJ).

JENEPONTO—Penetasan telur yang semula ditetaskan pada indukan dinilai kurang efisien dikarenakan induk selama 21 hari hanya mengerami telur, sedangkan apabila dilakukan penetasan pada inkubator penetasan, indukan akan dapat segera memproduksi telurnya kembali.

Permasalahan inilah yang mendorong tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin melakukan kegiatan Pelatihan Pembuatan Mesin Tetas pada Kelompok Tani Ternak di Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.

Tim pengabdian masyarakat ini di Ketuai oleh Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si dengan anggota tim Dr. Ir. Muh Ridwan, S.Pt., M.Si., IPU dan Ilham Syarif, S.Pt., M.Si.

Pelatihan pembuatan mesin tetas telur ini dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Juni 2021, dihadiri langsung tiga dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yaitu Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si, Dr. Ir. Muh Ridwan, S.Pt, MSi, IPU dan Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., serta anggota kelompok tani ternak Desa Barana dan organisasi kepemudaan Keluarga Pemuda-Pemudi Julukanayya (KPJ).

Dalam pemaparan materinya, Dr. Ir. Syahriadi Kadir, MSi menjelaskan prinsip-prinsip pembuatan mesin tetas.

”Mesin tetas telur ini merupakan duplikasi indukan unggas. Pembuatan mesin tetas telur bisa menggunakan bahan apa saja karena pada dasarnya mesin tetas telur ini adalah alat yang dibuat untuk mempertahankan suhu dan kelembaban tertentu,” ujarnya, Minggu (27/6/2021).

“Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam mesin tetas adalah harus ada oksigen yang masuk, temperatur diperoleh dari panas lampu, dan untuk menjaga kelembaban air dalam mesin tetas tidak boleh kosong,” sambungnya.

Mahasiswa Unhas Latih Warga Jeneponto Membuat Mesin Tetas Telur
Pelatihan pembuatan mesin tetas telur ini dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Juni 2021, dihadiri langsung tiga dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yaitu Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si, Dr. Ir. Muh Ridwan, S.Pt, MSi, IPU dan Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., serta anggota kelompok tani ternak Desa Barana dan organisasi kepemudaan Keluarga Pemuda-Pemudi Julukanayya (KPJ).

Lebih lanjut ia menjelaskan, proses penyeleksian telur dilakukan pada hari ke 7, dan pada hari ke 8-17 dilakukan pemutaran telur.

“Adapun faktor penentu keberhasilan penetasan adalah temperatur mesin, kelembaban mesin tetas, sirkulasi udara, pemutaran telur, peneropongan telur, dan penanganan telur yang telah menetas,” paparnya.

Setelah pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan dengan para peserta. “Diharapkan setelah pelatihan ini para anggota kelompok tani ternak di Desa Barana dapat mengimplementasikan hal-hal yang didapat pada pelatihan ini,” tutupnya. (*)