SIDRAP – Jangan remehkan pipa PVC. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), material sederhana itu disulap menjadi reflektor jalan untuk memperkuat keselamatan pengendara di kawasan perbatasan Desa Teteaji.
Inovasi tersebut dipasang pada Selasa 28 Juli 2026 lalu, menyasar jalur perbatasan desa yang minim penerangan dan membutuhkan penanda jalan yang lebih mudah terlihat, khususnya saat malam hari.
Program yang ditanggungjawabi Anindya Syaputri Syam ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN menghadirkan solusi sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat.
Reflektor dirancang untuk memantulkan cahaya lampu kendaraan. Dengan begitu, keberadaan batas jalan dapat lebih cepat dikenali pengendara sehingga kewaspadaan saat melintas dapat meningkat.
“Jalur perbatasan desa memerlukan penanda yang jelas agar pengendara lebih waspada. Melalui inovasi sederhana berbasis pipa PVC ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan warga dan pengguna jalan di Desa Teteaji,” kata Anindya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima mediasulsel.com, Minggu (9/8/2026).
Pemilihan pipa PVC menjadi bagian penting dari inovasi tersebut. Selain mudah ditemukan dan relatif murah, material ini dinilai cukup tahan digunakan sebagai bagian dari fasilitas pemantul cahaya di lingkungan luar ruang.
Mahasiswa KKN tidak sekadar memasang reflektor. Mereka mencoba menjawab persoalan keselamatan jalan dengan memanfaatkan material sederhana yang tersedia dan dapat diaplikasikan tanpa membutuhkan konstruksi rumit.
Bagi masyarakat, keberadaan reflektor ini menjadi tambahan penanda di jalur perbatasan desa. Respons positif pun muncul karena pemasangan fasilitas tersebut dinilai membantu pengendara mengenali kondisi jalan ketika jarak pandang mulai terbatas.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi desa tidak selalu identik dengan teknologi mahal. Dari material sederhana seperti pipa PVC, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan fasilitas yang menyentuh kebutuhan dasar warga: keselamatan saat berkendara.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah kecil yang memberi dampak nyata bagi keamanan pengguna jalan sekaligus mendorong masyarakat dan pemerintah desa untuk terus memperhatikan kebutuhan fasilitas keselamatan di titik-titik rawan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter : Kharina Puspita Ningrum (Mahasiswa Sastra Inggris Unhas)













