Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Makassar Hadirkan PAUD Negeri Terintegrasi, Permudah Transisi ke SD dan SMP

660
×

Makassar Hadirkan PAUD Negeri Terintegrasi, Permudah Transisi ke SD dan SMP

Sebarkan artikel ini
Makassar Hadirkan PAUD Negeri Terintegrasi, Permudah Transisi ke SD dan SMP
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, menjelaskan bahwa peresmian perdana akan dilangsungkan di Kecamatan Rappocini.

MAKASSAR—Kabar gembira bagi warga Makassar! Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan, segera meresmikan lima unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Negeri yang terintegrasi dengan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

PAUD-PAUD ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2025 dan siap menerima peserta didik baru pada Juli 2025. Langkah ini diharapkan mempermudah transisi pendidikan anak usia dini ke jenjang yang lebih tinggi.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, menjelaskan bahwa peresmian perdana akan dilangsungkan di Kecamatan Rappocini.

“Kita akan mulai di Rappocini karena di sana ada PAUD dengan fasilitas yang paling lengkap di antara kelima lokasi,” ujarnya pada Senin (23/12/2024).

Konsep integrasi ini menjadi poin penting dalam program ini. Dengan terhubungnya PAUD dengan SD dan SMP di wilayah yang sama, anak-anak lulusan PAUD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa perlu repot mencari sekolah baru atau khawatir dengan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sebagai contoh konkret, PAUD di Jalan Aroepala, Rappocini, akan terintegrasi dengan SMP 40 dan SD Aroepala. Begitu pula dengan PAUD di Biringkanaya yang akan terhubung dengan SD dan SMPN 9.

“Integrasi ini meminimalisir potensi putus sekolah di masa transisi dan memberikan kepastian jenjang pendidikan bagi anak-anak,” imbuh Muhyiddin.

Pemerintah Kota Makassar memiliki target ambisius untuk menghadirkan PAUD Negeri di setiap kecamatan. Pembangunan setiap unit PAUD membutuhkan anggaran sekitar Rp3 hingga Rp4 miliar, disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia.

Setiap PAUD idealnya memiliki luas 300 m² dan dilengkapi dengan empat hingga lima ruang kelas, taman bermain, dan aula.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar dalam mewujudkan revolusi pendidikan, khususnya program pendidikan sepuluh tahun yang mencakup PAUD, SD, dan SMP.

“Dengan adanya PAUD Negeri terintegrasi ini, kami harapk kualitas pendidikan di Makassar semakin meningkat dan akses pendidikan yang merata dapat dirasakan oleh seluruh anak-anak kita di kota Makassar,” pungkas Muhyiddin. (*/4dv)

error: Content is protected !!