Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Makassar Raih Penghargaan Kota Sehat dari WHO

873
×

Makassar Raih Penghargaan Kota Sehat dari WHO

Sebarkan artikel ini
Makassar Raih Penghargaan Kota Sehat dari WHO
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara penghargaan ini secara virtual bersama Forum Kota Sehat Makassar, Tim Transisi MULIA, serta jajaran OPD Pemkot Makassar, Jumat (28/3/2025).

MAKASSAR—Kota Makassar kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Kota Sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Asia Tenggara tahun 2024. Penghargaan ini menegaskan komitmen Makassar dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Makassar menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat pengakuan dalam ajang WHO-SEAR Healthy City Award Ceremony 2024. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara penghargaan ini secara virtual bersama Forum Kota Sehat Makassar, Tim Transisi MULIA, serta jajaran OPD Pemkot Makassar, Jumat (28/3/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini dan mengapresiasi kerja keras berbagai pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada WHO kawasan Asia Tenggara. Kami sangat bangga dan bahagia atas pencapaian Makassar yang telah meraih akreditasi sebagai Kota Sehat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. “Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Makassar,” lanjutnya.

Munafri menegaskan bahwa penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memperbaiki kebijakan agar Makassar tetap mempertahankan posisinya sebagai Kota Sehat. “Kami tidak akan berhenti di sini. Makassar harus terus berkembang dan menjadi kota yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih inklusif bagi semua warganya,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjut, Pemkot Makassar berkomitmen meningkatkan daya saing ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan ramah lingkungan juga menjadi prioritas.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan, Munafri mendorong pengembangan pusat inovasi pemuda serta promosi seni, budaya, olahraga, dan pariwisata guna meningkatkan daya tarik kota. “Kami juga berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya serta meningkatkan akses layanan dan perlindungan bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” tegasnya.

Menurutnya, mempertahankan status Kota Sehat membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemkot Makassar akan terus bekerja sama dengan Forum Kota Sehat, WHO, serta berbagai mitra lainnya untuk menjaga standar kesehatan dan lingkungan yang telah dicapai.

Sementara itu, Direktur Regional WHO untuk wilayah Asia Tenggara, Dr. Saima Wazed Hossain, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Makassar. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangun kebijakan berbasis kesehatan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini mencerminkan dedikasi pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kota yang lebih sehat. Kami berharap Makassar terus menjadi inspirasi bagi kota lain di Indonesia hingga Asia Tenggara,” ujarnya.

Sebagai tambahan, selain Makassar, Kabupaten Wajo juga terpilih sebagai Kota Sehat di antara 90 kabupaten/kota di 10 negara Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen daerah terhadap kesehatan dan lingkungan semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. (*/4dv)

error: Content is protected !!