Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Meski Pasokan Dinyatakan Aman, Antrean Solar Masih Terjadi di Sejumlah SPBU Sulsel

947
×

Meski Pasokan Dinyatakan Aman, Antrean Solar Masih Terjadi di Sejumlah SPBU Sulsel

Sebarkan artikel ini
Meski Pasokan Dinyatakan Aman, Antrean Solar Masih Terjadi di Sejumlah SPBU Sulsel
Suasana Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kota Makassar, Senin 10 November 2025. (Foto: Joe Fritz)

MAKASSAR—Antrean kendaraan pengisi bahan bakar jenis Bio Solar masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi ini menuai sorotan publik, meski pihak Pertamina memastikan stok BBM subsidi masih dalam kondisi aman dan terdistribusi sesuai kuota.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Teuku Muhammad Rum, menegaskan bahwa penyaluran BBM subsidi tetap mengacu pada Surat Keputusan (SK) BPH Migas yang mengatur kuota tahunan di setiap wilayah.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Pertamina menyalurkan BBM subsidi sesuai SK BPH Migas hingga ke masing-masing lembaga penyalur. Saat ini stok BBM subsidi aman, dan kami terus berkoordinasi dengan BPH Migas agar kuota yang telah ditetapkan cukup memenuhi kebutuhan energi masyarakat hingga akhir tahun,” jelas Teuku Rum, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru untuk menjaga kelancaran pasokan energi. Langkah-langkah yang ditempuh antara lain penambahan stok di SPBU, perpanjangan jam operasional depot, hingga penambahan armada mobil tangki dan pengaturan rute pengiriman dari depot ke SPBU.

“Kami melakukan build up stok dan pengaturan distribusi sesuai tren permintaan aktual. Fokus kami adalah memastikan pasokan tetap lancar, aman, dan tepat sasaran selama masa puncak konsumsi,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di area SPBU, Pertamina juga menurunkan petugas Marshal di sejumlah titik rawan antrean.

“Petugas Marshal ini bertugas menjaga ketertiban dan mengurai antrean, khususnya di SPBU dengan permintaan tinggi. Kami juga mengimbau konsumen agar mematuhi arahan petugas dan bersedia mengisi di SPBU terdekat yang antreannya lebih landai,” ujar Teuku Rum.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Sulsel, Chairul Aqmal, mengungkapkan bahwa meningkatnya kebutuhan BBM di penghujung tahun turut menjadi salah satu faktor munculnya antrean panjang.

“Kuota BBM subsidi sudah diatur BPH Migas untuk satu tahun, termasuk jadwal pengiriman ke tiap SPBU. Ketika permintaan meningkat di satu titik, perlu penyesuaian ulang jadwal kiriman, dan proses ini memang butuh waktu,” jelas Chairul.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa BBM subsidi tetap tersedia, dan distribusi terus diupayakan agar tetap merata.

Kondisi antrean solar yang masih terlihat di beberapa SPBU di wilayah Makassar, Gowa, dan Maros ini diharapkan segera terurai seiring langkah antisipasi yang tengah dijalankan oleh Pertamina dan Hiswana Migas. (70n/Ag4ys)

error: Content is protected !!