PANGKEP – Dinas Tanaman Pangan Pangkep mulai mengembangkan padi organik di kecamatan Bungoro. Hasilnya diharapkan selain sehat, petani juga dapat menikmati harga yang tinggi dibandingkan beras non organik.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hj St Faridah Idasari SP MSi yang ditemui di Pangkajene, Senin (29/7/2019) mengatakan pengembangan budidaya beras organik akan terus dilakukan.
Untuk tahap pertama dilakukan demplot seluas 2 ha di kelurahan Sapanang dan Kelurahan Samalewa kecamatan Bungoro.
Pihak pemerintah atau instansi terkait terus berupaya agar petani dapat tertarik dengan menanam padi organik.
Dalam demplot tersebut, kata Farida, dilakukan dengan menggunakan kompos sebanyak 5 ton per ha serta cairan organik lainnya.
Dengan umur tanaman 90 hari lebih, maka diharapkan dapat di panen. Pada panen padi organik tersebut, Senin siang diperoleh hasil antara 7,4 ton hingga 7,9 ton per ha.

Diakuinya kurang maksimal karena faktor air yang kurang dimusim kemarau ini. Petani yang menggarap sawah yang digunakan demplot itu sebanyak 50 orang.
“Saya maubkembangkan jika harganya tinggi dibandingkan beras biasa,” kata Muhtar petani setempat.
Pemkab rencananya akan membantu pemasaran beras organik tersebut agar menjadi daya tarik bagi petani. (*)

















