Advertisement - Scroll ke atas
Takalar

Penguatan BUMDes, Politeknik STIA LAN Turun ke Desa Kalukubodo

617
×

Penguatan BUMDes, Politeknik STIA LAN Turun ke Desa Kalukubodo

Sebarkan artikel ini
Penguatan BUMDes, Politeknik STIA LAN Turun ke Desa Kalukubodo

TAKALAR—Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN Makassar bersama Pusjar SKMP LAN dan Pemerintah Desa Kalukubodo, Galesong Utara, Takalar, menggelar Sharing Session bertema “Pengelolaan Keuangan BUM Desa”, Ahad pagi (13/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN Tematik Politeknik STIA LAN. Mahasiswa turun langsung ke lapangan, menggali persoalan desa, serta menyusun solusi untuk memperkuat tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar makin tertib dan akuntabel.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kalukubodo ini diikuti oleh perangkat desa, pengurus BUMDes “Daya Guna”, mahasiswa KKN, dan sejumlah warga.

Sebagai pemateri pertama, Humas Pusjar SKMP LAN, Adekamwa, S.Pd., M.I.Kom., menegaskan bahwa forum diskusi seperti ini penting sebagai bagian dari upaya membangun keuangan publik yang sehat.

“Forum seperti ini bukan sekadar tempat berbagi ilmu, melainkan ruang belajar bersama yang mempertemukan pengalaman desa dan pengetahuan kampus. Kehadiran mahasiswa KKN membuktikan bahwa LAN tidak hanya hadir di pusat, tapi menjangkau sampai ke desa-desa” ujar Adekamwa.

Ia juga menyampaikan pesan Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq, D.E.A., yang mendorong agar kerja sama antara desa dan perguruan tinggi jadi praktik baik yang layak ditiru dan diperluas.

Pemateri kedua, Mariana, S.Si., Mtr. AP., dari Politeknik STIA LAN, menyampaikan bahwa laporan keuangan yang baik jadi penopang penting dalam pengambilan keputusan usaha BUMDes. “Laporan keuangan bukan sekadar formalitas, namun merupakan rujukan utama saat desa dan pengurus BUMDes menentukan arah usaha ke depan,” katanya.

Mariana menekankan empat tahapan kunci dalam pengelolaan keuangan BUMDes: perencanaan, pencatatan, pertanggungjawaban, dan pengawasan. Semuanya, menurut dia, harus dijalankan dengan cermat dan konsisten.

Sementara itu, Marlina Masdjidi, S.E., M.M., selaku Analis Anggaran Politeknik STIA LAN, menyoroti pentingnya konsistensi dalam metode akuntansi.

“Kalau sebelumnya pakai metode garis lurus untuk penyusutan aset, ya harus konsisten. Kecuali ada alasan kuat dan dijelaskan terbuka,” ucapnya.

Marlina juga menjelaskan, laporan keuangan yang akurat tak bisa dibuat sembarangan. Harus dimulai dari pencatatan transaksi harian, pengelompokan akun, sampai penyusunan laporan laba rugi dan arus kas.

Dalam sesi diskusi, pengurus BUMDes “Daya Guna” memaparkan bahwa saat ini mereka sedang mengembangkan dua unit usaha unggulan: sayuran hidroponik dan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Keduanya dinilai cocok diterapkan di lingkungan padat penduduk karena efisien lahan tapi tetap menjanjikan hasil.

Kepala Desa Kalukubodo, Abdul Gaffar Rate, S.Sos., menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa dilakukan secara rutin. “Kami sangat terbuka untuk belajar dan memperbaiki diri. Transparansi keuangan akan kami jadikan prinsip utama dalam memajukan BUMDes,” tegasnya.

Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa KKN Tematik, Nuraeni Sayuti, S.E., M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa.

“Kami berterima kasih atas keterbukaan Desa Kalukubodo. Mahasiswa butuh ruang seperti ini untuk belajar praktik langsung mendukung tata kelola desa,” ujarnya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat bisa jadi kunci memperkuat ekonomi desa. Kalukubodo kini menjadi contoh desa yang terbuka, mau belajar, dan siap berbenah. (*)

 

Citizen Reporter: Adekamwa (Humas Pusjar SKMP LAN)

error: Content is protected !!