TAKALAR—Program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B yang menyasar ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita mulai berjalan di Kecamatan Galesong Utara, Selasa (26/5/2026). Distribusi tahap pertama dilakukan melalui kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang turun langsung mengantar paket gizi kepada penerima manfaat.
Pelepasan kader dilakukan secara simbolis di halaman kantor kecamatan oleh Camat Galesong Utara, Mohammad Faisal Irfan, dan dihadiri jajaran pemerintah kecamatan, TP PKK, koordinator program, penyuluh KB, serta unsur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
Dalam arahannya, Camat menegaskan program MBG 3B menjadi bagian dari upaya intervensi dini untuk menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“MBG 3B ini amanah untuk mencegah stunting dari hulu. Kader TPK menjadi garda terdepan agar makanan bergizi benar-benar sampai ke penerima sekaligus agar menyampaikan edukasi pola makan dan pola asuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal ini, distribusi baru menjangkau 279 penerima manfaat. Namun secara bertahap cakupan akan diperluas hingga menyentuh 3.346 sasaran di seluruh wilayah Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
Menurut Faisal, mekanisme distribusi dilakukan bertahap karena harus mengikuti prosedur pelaksanaan program. Pemerintah kecamatan menargetkan mulai 2 Juni mendatang, seluruh SPPG yang beroperasi di Galesong Utara dapat mengakomodasi sedikitnya 300 sasaran MBG 3B pada masing-masing SPPG.
Koordinator SPPG, Fathurrahman Pratama, menyebut setiap paket makanan telah disusun sesuai kebutuhan dan standar gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Sementara Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Galesong Utara, Andi Nurfitri Ishaq, menegaskan peran kader TPK tidak berhenti pada distribusi, tetapi juga mencakup pendampingan keluarga melalui edukasi pola makan sehat, pola asuh, dan dorongan agar masyarakat rutin datang ke Posyandu.
Program MBG 3B merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang dijalankan melalui pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa dengan fokus pencegahan dan percepatan penurunan stunting. (1fd)









