PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Media Kampus

Perpustakaan Desa Jadi Ruang Kreatif, Siswa Tombolo Belajar Ubah Bacaan Menjadi Karya

61
×

Perpustakaan Desa Jadi Ruang Kreatif, Siswa Tombolo Belajar Ubah Bacaan Menjadi Karya

Sebarkan artikel ini
KKN Tombolo

Jeneponto — Perpustakaan desa tak lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Di Desa Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, perpustakaan mulai dimanfaatkan sebagai ruang bagi siswa untuk menemukan ide, mengembangkan imajinasi, hingga menghasilkan karya.

Sesuai keterangan tertulis yag diterima mediasulsel.com, Kamis (13/8/2026), gagasan yang diusung mahasiswa KKN Tematik Unhas tersebut dikembangkan melalui kegiatan literasi di Perpustakaan Tombolo Smart Plus, Dusun Lantang. Siswa tidak hanya diajak membaca, tetapi juga diberi kesempatan mengolah apa yang mereka temukan dalam buku menjadi gagasan yang dapat dituangkan dalam tulisan.

Dalam prosesnya, siswa memilih bacaan yang sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Setelah membaca, mereka diajak mengidentifikasi informasi, cerita, maupun pesan yang dianggap menarik untuk kemudian dikembangkan menjadi ide baru.

Dari proses sederhana itu, siswa belajar bahwa sebuah buku dapat menjadi titik awal lahirnya banyak gagasan. Cerita yang dibaca bisa dikembangkan menjadi tulisan baru, pengalaman dapat dituangkan menjadi cerita, sementara pesan dalam bacaan dapat diolah menjadi sudut pandang dan pemikiran pribadi.

Pendekatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dalam aktivitas literasi. Siswa tidak ditempatkan hanya sebagai pembaca, tetapi juga sebagai pencipta. Mereka memiliki ruang untuk menentukan apa yang ingin ditulis dan bagaimana menyampaikannya.

Kegiatan ini sekaligus melatih kemampuan siswa dalam memahami informasi dan menyampaikannya kembali menggunakan bahasa sendiri. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian berpendapat sekaligus mengasah kreativitas sejak usia sekolah.

Perpustakaan Tombolo Smart Plus kemudian mengambil peran lebih luas sebagai ruang belajar di luar kelas. Koleksi bacaan yang tersedia menjadi sumber inspirasi, sementara suasana perpustakaan memberikan ruang bagi siswa untuk membaca, berpikir, berdiskusi, dan berkarya.

Konsep ini menunjukkan bahwa pengembangan literasi tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk kegiatan membaca secara konvensional. Ketika siswa diberi kesempatan mengolah bacaan menjadi karya, aktivitas literasi dapat menjadi lebih aktif dan dekat dengan dunia mereka.

Kehadiran ruang kreatif seperti ini juga membuka peluang bagi perpustakaan desa untuk memiliki fungsi yang lebih strategis dalam mendukung pendidikan anak. Perpustakaan dapat menjadi tempat bertemunya buku, gagasan, dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, Perpustakaan Tombolo Smart Plus mendorong lahirnya kebiasaan baru: datang ke perpustakaan bukan hanya untuk mencari buku, tetapi juga untuk menemukan ide dan membawa pulang sebuah karya. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Alfian A. (Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perikanan Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com