Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

PKN II 2025 Lahirkan Pemimpin Pembelajar yang Siap Hadapi Tantangan Bangsa

808
×

PKN II 2025 Lahirkan Pemimpin Pembelajar yang Siap Hadapi Tantangan Bangsa

Sebarkan artikel ini
PKN II 2025 Lahirkan Pemimpin Pembelajar yang Siap Hadapi Tantangan Bangsa
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX tahun 2025 resmi ditutup di Auditorium Hasanuddin, Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar, Jumat (12/9/2025).

MAKASSAR—Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX tahun 2025 resmi ditutup di Auditorium Hasanuddin, Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Muhammad Taufiq, DEA; Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si.; jajaran pejabat tinggi, serta tamu undangan dari berbagai instansi pusat dan daerah.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam laporannya, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menyebutkan pelatihan ini diikuti 63 peserta dari kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Kabupaten Mamuju tercatat sebagai daerah dengan peserta terbanyak, yakni delapan orang.

“Komposisi ini menunjukkan antusiasme pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis. Pelatihan ini mewakili keragaman sekaligus kebutuhan nyata di lapangan,” ungkapnya.

Dr. Aswad juga menekankan pendekatan pembelajaran inovatif yang digunakan, yakni blended learning dengan prinsip experiential learning. Peserta diajak mengaktualisasikan pengalaman di kelas, secara mandiri, maupun di tempat kerja.

“Ini sejalan dengan tema Membangun Kepemimpinan Strategis sebagai Penggerak Perubahan untuk Mewujudkan Asta Cita,” jelasnya.

Pesan yang paling mengena datang dari Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq. Ia menegaskan bahwa setiap masalah pada akhirnya akan bermuara pada tanggung jawab pemimpin.

“Di swasta, tanggung jawab ada pada CEO. Di pemerintahan, pada top leader. Karena itu, berita tentang PHK, demo, hingga perusahaan yang tutup, bukan sekadar tontonan, melainkan tantangan dan otokritik bagi pemimpin,” tegasnya.

Taufiq juga mengingatkan bahaya keangkuhan jabatan yang membuat seorang pemimpin berhenti belajar.

“Kesalahan umum adalah merasa semakin tinggi jabatan, semakin tahu segalanya. Padahal justru sebaliknya, semakin tinggi jabatan, harus semakin giat belajar,” pesannya.

Penutupan PKN II 2025 juga diramaikan Tari Empat Etnis dari Sanggar Seni UPT SPF SMPN 33 Makassar, yang memadukan budaya Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Penampilan ini menjadi simbol kebersamaan dalam keberagaman dan disambut meriah para hadirin.

LAN memberikan apresiasi kepada peserta yang menuntaskan program dengan predikat Sangat Memuaskan. Lima di antaranya adalah dr. M. Yunus, S.Ked., M.Kes.; Hasan Basri, S.IP.; Sujjadan, S.STP., M.Si.; Nuzuldin Ngallo, ST., MT.; dan dr. Syahriar, M.Kes.

Keseriusan peserta juga tergambar dari testimoni dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FInacs., Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat. Ia mengaku mendapatkan banyak perubahan dari sisi kepemimpinan.

“Saya kini lebih matang dalam mengambil keputusan dan lebih melibatkan tim. Pengalaman ini menjadi bekal untuk membawa semangat perubahan bagi masyarakat Papua Barat,” ujarnya.

Rangkaian PKN Tingkat II Angkatan IX 2025 ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Setiap peserta membawa pulang semangat Bigger, Smarter, Better untuk diterapkan di instansi masing-masing.

PKN II 2025 tak hanya mencetak pemimpin strategis, tapi juga pemimpin pembelajar yang dekat dengan rakyat, mampu menggerakkan perubahan, dan membawa harapan baru bagi bangsa. (*)

error: Content is protected !!