Kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan, Senin (24/2), Mahathir Mohamad sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia. Pengunduran diri Mahathir terjadi di tengah isu terbentuknya koalisi pemerintahan yang baru.

Nasib koalisi yang berkuasa di Malaysia sudah lama dipertanyakan setelah pembicaraan mengejutkan antara koalisi dan kelompok-kelompok oposisi mengenai pembentukan pemerintahan baru. Pemerintahan baru itu tidak memasukkan Anwar Ibrahim, penerus yang direstui Mahathir.

Kantor Mahathir dalam pernyataannya mengatakan surat pengunduran diri Mahathir dikirimkan kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah pada hari ini, pukul 13.00 waktu setempat.

Masih belum jelas apakah Mahathir akan membentuk pemerintahan lagi dengan dukungan partai-partai lainnya. Namun partainya, Bersatu, juga sudah mundur dari koalisi yang berkuasa. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin di Facebook.

Pada Minggu (23/2), Mahathir menuduh partai Mahathir dan “para pengkhianat” di partainya sendiri, membentuk pemerintah baru bersama Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (United Malays National Organisation /UMNO).

Menurut beberapa sumber yang dikutip Reuters mengatakan, partai Mahathir dan faksi dalam partai Anwar bertemu para pejabat dari UMNO dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Pertikaian antara dua pesaing politik, Mahathir, 94 tahun, dan Anwar, 72 tahun, sudah membentuk politik Malaysia selama beberapa dasawarsa. Ketegangan masih ada meski mereka berkongsi untuk memenangkan pemilu 2018 berdasarkan janji bahwa Mahathir akan – suatu hari nanti – menyerahkan kekuasaan kepada Anwar. [voa]